MALANG POST – Kurang dari 10 hari menjelang Idul Fitri 1477 Hijriah, arus kendaraan menuju Kota Batu diprediksi melonjak drastis. Pada momen libur Lebaran tersebut, jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Apel diperkirakan mencapai sekitar 242 ribu unit per hari.
Namun di tengah potensi lonjakan wisatawan dan pemudik itu, kenyamanan pengguna jalan justru terancam oleh kondisi sejumlah ruas jalan yang rusak dan berlubang. Salah satunya di Jalan Abdul Gani Atas, Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan di ruas tersebut tampak memprihatinkan. Hampir di sepanjang jalan terlihat permukaan aspal yang pecah dan berlubang. Beberapa lubang bahkan cukup dalam sehingga memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan atau menghindar secara tiba-tiba.
Padahal, Jalan Abdul Gani Atas merupakan salah satu jalur strategis di Kota Batu. Jalan ini menjadi akses utama menuju sejumlah destinasi wisata populer seperti Museum Angkut, Durian Fantasi, Kusuma Agrowisata, hingga sejumlah hotel besar seperti Aston Inn Batu dan Zam-Zam Hotel.
Selain sebagai jalur wisata, ruas jalan tersebut juga menjadi akses vital bagi aktivitas warga sekitar. Setiap hari jalan ini dilalui kendaraan wisatawan, kendaraan logistik, hingga masyarakat yang beraktivitas di wilayah Kecamatan Batu.

Salah seorang pengguna jalan, M Sholeh mengaku kondisi jalan rusak sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, kerusakan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir.
“Jalannya sudah hancur. Hampir di sepanjang ruas banyak lubang, bahkan ada yang cukup dalam. Kalau malam atau saat hujan jelas sangat membahayakan pengguna jalan,” ujarnya, Selasa (10/3/2026).
Sholeh menilai kondisi tersebut tidak sebanding dengan status jalan yang menjadi jalur utama menuju kawasan wisata. Ia khawatir kerusakan jalan bisa memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang paling rentan.
“Ini jalur wisata yang setiap hari ramai kendaraan. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa berbahaya. Pengendara motor yang paling rawan jatuh,” katanya.
Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemkot Batu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). Karena itu warga berharap perbaikan bisa segera dilakukan, terlebih menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat Lebaran.
Keluhan serupa juga disampaikan warga Kelurahan Ngaglik, Arifin. Ia menyayangkan lambannya penanganan dari dinas terkait meskipun kondisi jalan sudah lama dikeluhkan masyarakat.
“Kerusakan ini bukan baru beberapa hari. Sudah lama rusak dan semakin parah. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan berarti,” ujarnya.

Arifin juga mengingatkan bahwa kondisi jalan tersebut dapat memberikan kesan buruk bagi wisatawan yang datang ke Kota Batu.
“Ini jalur menuju tempat wisata. Kalau tamu dari luar kota lewat sini dan melihat jalan rusak seperti ini tentu kurang bagus untuk citra Kota Batu sebagai kota wisata,” katanya.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki kerusakan jalan sebelum arus mudik dan libur Lebaran benar-benar memadati Kota Batu.
“Minimal ditambal dulu supaya tidak semakin membahayakan. Apalagi nanti saat Lebaran kendaraan pasti meningkat tajam,” tuturnya.
Seperti diketahui, pada momentum libur panjang Idul Fitri setiap tahunnya Kota Batu selalu menjadi salah satu tujuan wisata favorit di Jawa Timur. Lonjakan kendaraan wisatawan dari berbagai daerah biasanya terjadi di momen tersebut.
Karena itu, kondisi infrastruktur jalan yang aman dan nyaman menjadi faktor penting, untuk mendukung kelancaran mobilitas wisatawan maupun masyarakat lokal. (Ananto Wibowo)




