MALANG POST – Penguatan ketahanan pangan nasional terus didorong dari berbagai daerah. Salah satunya melalui gerakan penanaman jagung serentak yang digelar di sejumlah wilayah di Indonesia pada kuartal pertama 2026. Di Kota Batu, kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Landing Paralayang, Kelurahan Songgokerto.
Wali Kota Batu Nurochman hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Penanaman jagung ini menjadi bagian dari program nasional yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah dan terhubung secara virtual dengan Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.
Nurochman menjelaskan bahwa gerakan penanaman jagung ini merupakan bagian dari langkah bersama untuk mendorong peningkatan produksi jagung nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta para petani sebagai pelaku utama di sektor pertanian.
“Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan para petani dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).
Di Kota Batu, penanaman jagung dilakukan di lahan seluas sekitar satu hektare. Bibit yang digunakan merupakan jagung pipil konvensional dengan kebutuhan sekitar 150 kilogram benih.
Tanaman jagung tersebut diperkirakan memiliki masa tanam sekitar 70 hari sebelum memasuki masa panen. Selama proses budidaya berlangsung, para petani akan mendapatkan pendampingan dari Dinas Pertanian Kota Batu bersama para penyuluh pertanian lapangan.
“Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan proses budidaya berjalan optimal, mulai dari tahap penanaman, perawatan tanaman, hingga masa panen,” imbuhnya.

TANAM JAGUNG: Wali Kota Batu Nurochman bersama jajaran Forkopimda Kota Batu saat melakukan penanaman jagung serentak guna memperkuat ketahanan pangan nasional. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Cak Nur menegaskan bahwa Pemkot Batu berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian. Selain menjaga ketersediaan pangan, sektor pertanian juga dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap produktivitas pertanian semakin meningkat dan memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Batu, AKBP Aris Purwanto menambahkan, bahwa program penanaman jagung serentak ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Keterlibatan jajaran kepolisian dalam program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap agenda nasional di sektor pangan,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa kepolisian di berbagai wilayah juga didorong untuk melakukan pendampingan kepada kelompok tani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) agar program tersebut dapat berjalan dengan baik.
“Melalui pendampingan kepada kelompok tani, kami berharap program ini bisa berjalan optimal dan memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Gerakan penanaman jagung serentak ini sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global. Dengan meningkatnya produksi jagung, diharapkan kebutuhan pangan dalam negeri dapat terpenuhi secara mandiri.
Program tersebut juga selaras dengan visi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, di mana sektor pangan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan ekonomi nasional. (Ananto Wibowo)




