MALANG POST – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemkot Batu mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kerawanan yang bisa muncul di tengah masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan deteksi dini dan koordinasi lintas sektor agar situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif selama Ramadan hingga Lebaran.
Langkah itu terlihat dalam Rapat Koordinasi Tim Kewaspadaan Dini Pemkot Batu bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang dipimpin langsung Wali Kota Batu Nurochman di Gedung Bina Praja, Rumah Dinas Wali Kota Batu.
Rakor tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kota Batu, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah terkait, serta pengurus FKDM Kota Batu. Pertemuan ini sekaligus menjadi forum untuk memetakan berbagai potensi dinamika sosial, ekonomi, hingga keamanan yang perlu diantisipasi menjelang momen Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat.
Wali Kota Nurochman menekankan, pentingnya peran FKDM sebagai garda terdepan dalam membaca dinamika yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, informasi dari FKDM sangat penting sebagai bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan.
“Terima kasih atas sinergi, kolaborasi dan inovasi yang telah dilakukan FKDM dalam membaca dan memetakan kondisi yang ada di Kota Batu. Hal ini sangat penting sebagai bahan pertimbangan dalam kebijakan-kebijakan yang akan diputuskan pemerintah daerah,” ujar Nurochman, Minggu (8/3/2026)

DETEKSI DINI: Wali Kota Batu Nurochman saat memimpin rakor lintas sektor guna melaka deteksi dini kerawanan jelang Idul Fitri 1447 H. (Foto: Ananto Wibowo)
Ia menegaskan bahwa deteksi dini terhadap berbagai isu krusial harus terus diperkuat. Mulai dari potensi konflik sosial, dinamika ekonomi masyarakat, hingga berbagai persoalan yang bisa berkembang menjadi kerawanan apabila tidak segera diantisipasi.
Menurutnya, menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya terjadi peningkatan aktivitas masyarakat, baik dari sisi mobilitas, transaksi ekonomi, maupun kegiatan sosial. Kondisi tersebut harus diimbangi dengan kesiapsiagaan seluruh elemen agar situasi tetap aman dan kondusif.
Selain isu sosial dan keamanan, Nurochman juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem yang beberapa hari terakhir melanda Kota Batu. Hujan deras disertai angin kencang pada Rabu malam (4/3/2026) lalu menyebabkan puluhan pohon tumbang di sejumlah titik wilayah kota wisata tersebut.
Peristiwa tersebut sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerusakan di beberapa lokasi. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Apalagi berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga sekitar 10 Maret mendatang. Karena itu, langkah antisipasi harus terus diperkuat, termasuk kesiapsiagaan dalam penanganan pohon rawan tumbang maupun potensi bencana lainnya.
“Kondisi cuaca beberapa hari terakhir harus menjadi perhatian kita bersama. Informasi dari BMKG menunjukkan potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi hingga beberapa hari ke depan. Karena itu kewaspadaan perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gangguan ketertiban sosial di masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat memicu berbagai persoalan sosial.
“Peredaran dan penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu konflik serta gangguan keamanan apabila tidak ditangani secara serius,” tambahnya.
Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dapat terus diperkuat untuk mencegah munculnya berbagai potensi kerawanan tersebut.
“Melalui rakor ini, Pemkot Batu berharap sistem deteksi dini dapat berjalan lebih optimal. Dengan pemetaan potensi kerawanan sejak awal, berbagai langkah pencegahan dapat segera dilakukan sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Batu tetap terjaga, khususnya menjelang Idul Fitri,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




