Keterangan Foto: Dekan FEB UB, Abdul Ghofar, S.E., M.Si., MAcc., DBA., Ak., CA, dalam pidatonya pada peringatan Nuzulul Quran yang penuh makna di FEB UB. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Malam 17 Ramadhan 1447 H, yang jatuh pada Jumat 6 Maret, menjadi momentum istimewa bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) untuk mempertegas komitmennya berbagi kepada sesama.
Dalam rangkaian peringatan Nuzulul Qur’an, FEB UB secara rutin menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim, kali ini sebesar Rp 5.000.000, kepada Pondok Anak Yatim Salman.
Aksi ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang disampaikan sebagai wujud syukur atas berkah yang diterima fakultas.
Acara bertajuk “Blueprint Qur’ani: Mengukir Legasi, Menjaga Harmoni Jiwa, dan Menjadi Profesional Unggul” itu bukan sekadar momentum spiritual, melainkan gerakan nyata merangkul komunitas sekitar.
Penyaluran santunan disampaikan secara langsung pada sesi pembukaan acara setelah sambutan dari Dekan FEB UB. Dekanat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur dan komitmen berkelanjutan FEB UB untuk memberi dampak positif dan kebahagiaan bagi anak-anak di Pondok Anak Yatim Salman.
Nuansa kebersamaan terasa kental menjelang waktu berbuka puasa. Seluruh sivitas akademika FEB UB—pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa)—berbagi meja dengan anak-anak yatim untuk menikmati hidangan buka puasa dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Momen ini mempererat solidaritas antardaerah kampus dengan komunitas yatim, sekaligus menegaskan nilai empati sebagai bagian dari budaya institusi.
Ceramah oleh Ust. Dr. Muhammad Yahya, Ph.D., menambah kekhidmatan malam tersebut. Dalam dakwahnya, beliau menekankan bahwa kepekaan sosial adalah bagian tak terpisahkan dari pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Al-Qur’an adalah kenikmatan terbesar yang harus disyukuri, salah satunya dengan membangun harmoni melalui kepedulian,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya solidaritas sosial di tengah momentum Ramadhan dan puasa.
Lebih lanjut, Ust. Yahya mengingatkan bahwa Nuzulul Qur’an seharusnya menjadi momentum untuk lebih mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an.
“Nuzulul Qur’an dan puasa kita akan menjadi pemberi syafaat bagi kita,” tegasnya di hadapan para hadirin.
Melalui rangkaian kegiatan ini, FEB UB berharap nilai-nilai yang diusung “Blueprint Qur’ani” tidak hanya menjadi slogan, melainkan terwujud nyata dalam profesionalisme berkeahlian yang tetap berlandaskan empati tinggi terhadap sesama.
Dengan demikian, FEB UB berupaya menciptakan legasi yang tidak hanya gemilang secara akademik, tetapi juga bermakna secara sosial bagi lingkungan sekitar universitas. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




