MALANG POST – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda Kota Batu pada Rabu malam (4/3/2026) lalu meninggalkan sejumlah kerusakan. Selain menumbangkan 31 pohon, BPBD Kota Batu mencatat sedikitnya 18 rumah dan bangunan yang tersebar di sembilan desa dan kelurahan terdampak peristiwa tersebut.
Kepala BPBD Kota Batu, Suwoko mengatakan, angin kencang menerjang permukiman warga, fasilitas umum hingga tempat usaha. Sebagian besar kerusakan terjadi pada bagian atap bangunan yang terlepas hingga ambruk akibat terpaan angin.
“Total ada 18 rumah dan bangunan yang terdampak dengan 16 kepala keluarga (KK) yang mengalami dampak langsung,” ujar Suwoko, Jumat (6/3/2026).
BPBD merinci kerusakan tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Di Kelurahan Temas, tiga rumah warga mengalami kerusakan. Salah satunya pada atap dapur yang rusak akibat angin kencang dengan dimensi sekitar 5 meter x 4 meter sehingga sebagian penutup atap terlepas.
Selain itu, atap jemuran di lantai dua sebuah rumah juga mengalami kerusakan dengan ukuran sekitar 3 meter x 5 meter. Tiupan angin menyebabkan sebagian konstruksi atap rusak sehingga membutuhkan perbaikan.
Kerusakan lainnya terjadi pada bangunan pendopo milik warga bernama Ninik. Bagian atap dan tembok pendopo di lantai tiga mengalami kerusakan, bahkan tembok dilaporkan retak. Bangunan yang terdampak memiliki dimensi sekitar 4,5 meter x 10 meter.
Di Desa Pandanrejo, beberapa rumah warga juga terdampak. Atap rumah milik Siyanto pada bagian dapur, kamar mandi, dan ruang makan rusak dengan area terdampak sekitar 7 meter x 3 meter.
Kemudian atap rumah milik Heriyono mengalami kerusakan pada bagian dengan dimensi sekitar 6,5 meter x 5 meter. Sementara itu, atap tempat usaha mebel milik Puji Siswanto juga rusak dengan area terdampak sekitar 7 meter x 5 meter.
“Selain itu, rumah milik Kasiono juga mengalami kerusakan ringan pada bagian atap akibat angin kencang,” tambah Suwoko.

PENDATAAN: Personel BPBD Kota Batu saat melakukan pendataan rumah dan bangunan rusak akibat cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Kerusakan cukup besar juga terjadi di Desa Tlekung. Angin kencang menyebabkan atap teras rumah milik Ta’at Mulyono ambruk dengan ukuran sekitar 9 meter x 4 meter. Selain itu, bagian atap rumah pada lantai dua juga turut terdampak.
Masih di wilayah yang sama, atap rumah milik Suradi terbawa angin hingga ambruk. Bagian atap yang rusak memiliki dimensi sekitar 8 meter x 3 meter.
“Tak hanya rumah warga, cuaca ekstrem juga merusak sebuah bangunan green house. Rangka dan penutup atap bangunan tersebut rusak akibat terpaan angin. Green house yang terdampak memiliki ukuran sekitar 15 meter x 8 meter atau seluas kurang lebih 120 meter persegi,” ungkapnya.
Di Desa Torongrejo, atap rumah milik Ainul Sodikin pada bagian dapur, kamar mandi, dan ruang tengah mengalami kerusakan dengan area terdampak sekitar 5 meter x 5 meter. Selain itu, atap rumah milik Dwi Nur Jayadi yang berada di lantai dua juga rusak dengan dimensi sekitar 8 meter x 6 meter.
Sementara itu di Kelurahan Sisir, kerusakan terjadi pada fasilitas umum berupa Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R). Sebagian atap bangunan mengalami kerusakan dengan dimensi sekitar 18 meter x 10 meter.
“Cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon beringin di area parkir Batu Plaza tumbang dan menimpa bangunan toko usaha Smartprint. Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan berat pada bagian bangunan toko,” jelasnya.
Di Kelurahan Songgokerto, dahan pohon patah dan menimpa rumah warga. Bagian ruang tidur dan ruang tamu rumah tersebut terdampak sehingga sejumlah peralatan tidur dan barang elektronik mengalami kerusakan.
Kerusakan juga tercatat di Desa Giripurno. Atap rumah milik Didik Setiawan yang berada di lantai dua, dan masih dalam proses perbaikan, terbawa angin. Atap berukuran sekitar 5 meter x 3,5 meter itu kemudian jatuh dan menimpa kandang ternak yang berada di bawahnya.
Di Kelurahan Ngaglik, atap lantai dua rumah milik Muslikah terlepas dan terbawa angin dengan ukuran sekitar 8 meter x 7 meter. Material atap tersebut kemudian mengenai atap lantai dua rumah milik Sutono sehingga menyebabkan kerusakan dengan dimensi sekitar 3,5 meter x 4 meter.
Sementara di Desa Pesanggrahan, hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu dilaporkan ambruk akibat angin kencang. Material bangunan yang roboh menimpa satu unit mobil tangga milik Damkar Kota Batu sehingga menyebabkan kerusakan pada kendaraan tersebut.
Pasca kejadian, BPBD Kota Batu bersama sejumlah instansi langsung melakukan penanganan di lokasi terdampak. Upaya yang dilakukan antara lain kaji cepat di lapangan, koordinasi dengan instansi terkait, serta pemberian bantuan terpal untuk penanganan darurat sementara pada rumah warga yang atapnya rusak.
Selain itu, warga bersama relawan juga melakukan kerja bakti membersihkan material atap dan puing bangunan yang berserakan akibat peristiwa tersebut.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kota Batu juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman, TNI, Polri, perangkat desa dan kelurahan, PMI Kota Batu, Tagana, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), para relawan, serta masyarakat setempat.
“Untuk tindak lanjut, diperlukan penanganan pascabencana terhadap rumah warga yang terdampak serta perbaikan atap bangunan melalui instansi terkait,” pungkas Suwoko. (Ananto Wibowo)




