MALANG POST – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang Kota Batu, Rabu (4/3/2026) malam. Dampaknya cukup signifikan. Sedikitnya 31 pohon tumbang di berbagai titik menutup akses jalan raya, merusak fasilitas umum, hingga mengganggu jaringan listrik dan telekomunikasi.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, saat hujan deras disertai angin kencang melanda hampir seluruh wilayah kota. Sejumlah stand pedagang di kawasan Balai Kota Among Tani dan Pasar Induk Among Tani dilaporkan mengalami kerusakan. Bahkan, hanggar milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batu turut roboh akibat terjangan angin.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko menjelaskan, sebelum peristiwa ini terjadi, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 1–10 Maret 2026.
“Pada Rabu, 4 Maret 2026 sekitar pukul 18.30 WIB, terjadi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang. Dampaknya antara lain pohon tumbang yang menutup akses jalan, menimpa rumah warga yang saat ini masih dalam pendataan, menimpa dua mobil pickup, serta mengganggu bahkan memutus jaringan listrik dan telekomunikasi,” terang Suwoko, Kamis (5/3/2026).
Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Dua mobil pickup yang tertimpa pohon di wilayah Songgokerto berhasil dievakuasi, sementara pengemudi dan penumpangnya dipastikan selamat.

PEMBERSIHAN: Personel BPBD Kota Batu bersama petugas gabungan, relawan dan warga saat melakukan pembersihan sisa material dampak dari cuaca ekstrem yang melanda Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo)
Tak hanya pohon tumbang, angin kencang juga menyebabkan kerusakan atap rumah warga di sejumlah desa dan kelurahan. Hingga Rabu malam, tim gabungan masih melakukan kaji cepat untuk mendata jumlah dan tingkat kerusakan rumah terdampak.
“Untuk penanganan darurat, pohon tumbang yang menutup akses jalan raya sudah kami tangani. Saat ini seluruh ruas jalan yang sempat tertutup sudah bisa dilalui kembali. Pendataan rumah terdampak dan dampak lain masih terus berjalan,” imbuhnya.
Di Desa Bulukerto satu pohon menutup akses jalan raya dan mengganggu/memutus jaringan listrik dan telekomunikasi. Kemudian di Desa Sidomulyo satu pohon tumbang menutup akses jalan raya dan mengganggu/memutus jaringan listrik dan telekomunikasi.
Lalu di Kelurahan Sisir dua pohon tumbang menutup akses jalan raya dan mengganggu/memutus jaringan listrik dan telekomunikasi. Di Kelurahan Ngaglik ada 8 pohon tumbang menutup akses jalan raya dan mengganggu/memutus jaringan listrik dan telekomunikasi
Selanjutnya di Kelurahan Songgokerto dua pohon tumbang menutup akses jalan raya, menimpa dua mobil pickup dan mengganggu/memutus jaringan listrik dan telekomunikasi. Di Kelurahan Temas ada lima pohon tumbang menutup akses jalan raya dan mengganggu/memutus jaringan listrik dan telekomunikasi.

Di Desa Pesanggrahan tiga pohon tumbang menutup akses jalan raya dan mengganggu/memutus jaringan listrik dan telekomunikasi. Di Desa Sumberbrantas satu pohon tumbang menutup akses jalan raya. Serta di Desa Gunungsari delapan pohon tumbang menutup akses jalan raya dan mengganggu/memutus jaringan listrik dan telekomunikasi.
Dalam penanganan bencana ini, BPBD Kota Batu langsung bergerak cepat dengan melakukan kaji cepat, berkoordinasi lintas sektor, pemotongan pohon tumbang, pengaturan buka-tutup jalan, hingga evakuasi kendaraan yang terdampak.
Berbagai unsur personel dan instansi terlibat dalam proses penanganan, mulai dari BPBD, Damkar, Dinas PUPR, Bina Marga Provinsi Jawa Timur, TNI, Polri, Basarnas, PLN, Telkom, PSC, PMI, Tagana, FPRB, relawan, hingga warga setempat.
BPBD Kota Batu juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami minta masyarakat menghindari berteduh di bawah pohon besar dan segera melapor jika terjadi kejadian darurat,” pungkas Suwoko. (Ananto Wibowo)




