MALANG POST – Ibadah salat tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan fisik dan mental manusia.
Hal itu disampaikan dokter sekaligus akademisi Universitas Negeri Malang (UM) dalam kajian keislaman di di Masjid Al-Hikmah UM, serta ditayangkan di kanal YouTube resmi masjid, di @MasjidAl-HikmahUMOfficial.
Kajian yang di gelar pada ahir pekan kemarin tersebut kali ini mengangkat tema “Sehat dan Kuat Lewat Sholat” yang disampaikan oleh Dr. Erianto Fanani, M.KKK., AIFO-K.
Dalam hal ini Pemateri memaparkan keterkaitan antara ibadah sholat dengan kesehatan fisik dan mental.
Dr. Erianto memaparkan sholat dari perspektif medis dan spiritual, menegaskan bahwa ibadah dan kesehatan tidak dapat dipisahkan.
“Sering kali kita memisahkan antara ibadah dan kesehatan. Padahal dalam Islam, keduanya berjalan beriringan,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan sholat adalah aktivitas fisik terstruktur yang berdampak pada kebugaran tubuh. Berdiri tegak, rukuk dengan punggung rata, sujud dengan posisi kepala lebih rendah dari jantung, hingga duduk di antara dua sujud melibatkan otot, sendi dan sistem pernapasan.
Secara ilmiah, rangkaian ini termasuk mobilisasi sendi dan peregangan otot yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Ia menjelaskan, rukuk membantu meregangkan otot punggung dan hamstring, sedangkan sujud meningkatkan aliran darah ke kepala sehingga menyegarkan pikiran. Perpindahan posisi dari berdiri hingga sujud juga menjaga kelenturan lutut dan pergelangan kaki.
“Tubuh kita sebenarnya sedang berlatih. Bayangkan jika ini dilakukan minimal lima kali sehari dalam jangka panjang,” katanya.
Selain gerakan, ritme bacaan yang pelan dan teratur membentuk pola pernapasan stabil, serupa teknik relaksasi mindfulness untuk mengurangi stres. Di tengah tekanan akademik dan pekerjaan, sholat menjadi ruang jeda yang menyeimbangkan fisik dan psikologis, terutama saat menjalani puasa Ramadan.
Kajian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Masjid kampus tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang edukasi berbasis ilmu pengetahuan.
Menutup kajian, Dr. Erianto mengingatkan bahwa manfaat kesehatan bukan tujuan utama sholat.
“Niat utama tetap karena Allah. Manfaat fisik dan mental adalah hikmah yang menyertainya,” tuturnya. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




