MALANG POST – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali digaungkan para pelaku pariwisata dan musisi Kota Batu. Tradisi tahunan bertajuk Ngabuburit Bareng atau ‘Ngabreng’ memasuki edisi ke-9 pada Ramadan 2026 ini.
Tak sekadar buka puasa bersama, Ngabreng menjadi ajang kolaborasi lintas komunitas wisata, untuk menghadirkan pengalaman berkesan bagi anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas di wilayah Batu dan sekitarnya.Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan siap dilaksanakan pada Kamis (5/3/2026).
Ketua Panitia, Suyono Pradipta menyebut antusiasme donatur tahun ini melampaui ekspektasi. Donasi yang terkumpul bahkan melebihi target awal.
“Alhamdulillah, update terakhir donasi melampaui target. Tahun ini sangat spesial karena dukungan luar biasa dari pelaku wisata dan para donatur,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini melibatkan sinergi besar pelaku wisata se-Kota Batu. Mulai dari pemandu wisata (guide), pengusaha transportasi, biro perjalanan, pemilik destinasi, paguyuban katering, hingga komunitas rental mobil.
Anak-anak peserta berasal dari sejumlah panti asuhan di Kota Batu dan Kecamatan Dau. Tahun ini panitia juga menambah kuota bagi peserta disabilitas.
Rangkaian acara dimulai dengan penjemputan serentak menggunakan armada bus dan Hiace. Para peserta akan diajak city tour melintasi Alun-alun Kota Batu sebagai pembuka suasana ngabuburit.
Destinasi utama adalah The Legend Star di kawasan Jawa Timur Park Group (JTP) 3. Di sana, anak-anak akan diajak mengenal tokoh-tokoh dunia dan sejarah dalam suasana edukatif dan menyenangkan.

NGABRENG: Keseruan Ngabreng edisi sebelumnya, tahun ini pelaku wisata dan musisi di Kota Batu akan menggelar Ngabreng edisi ke 9.(Foto: Ananto Wibowo)
Pendampingan dilakukan secara profesional oleh pemandu wisata dari Batu Guide Community (BGC) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia Kota Batu (HPI).
“Kami ingin mereka tidak hanya jalan-jalan, tapi juga mendapat pengalaman edukasi yang menyenangkan. Semua didampingi guide profesional,” terang Suyono yang juga Ketua Komunitas Rental Mobil (Korembi).
Menjelang berbuka, rombongan akan bergerak menuju Buah Tangan di Jalan Ir. Soekarno 374. Area Taman Gantung di lokasi tersebut akan disulap menjadi panggung hiburan bernuansa religi.
Musisi lokal yang tergabung dalam Batu Total Independent (BTI) siap menghibur peserta dengan sajian musik islami yang hangat dan membumi. Setelah itu, seluruh peserta, panitia, dan donatur akan melaksanakan salat Magrib berjamaah dan doa bersama di lantai 3 Buah Tangan.
“Kami berharap anak-anak panti asuhan ikut mendoakan kelancaran rezeki seluruh pelaku wisata dan donatur. Semoga usaha pariwisata Batu makin berkah,” tutur Suyono.
Menu berbuka puasa disiapkan oleh Paguyuban Catering Pariwisata Kota Batu (PCP). Usai rangkaian acara, seluruh peserta akan diantar kembali ke panti masing-masing dengan tetap didampingi tour guide. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan, panitia juga menggandeng personel dari Batu Professional Tourism Association (BAPTA).
Suyono turut menyampaikan apresiasi kepada Jawa Timur Park Group yang mendukung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bentuk dukungan berupa tiket kunjungan gratis bagi anak-anak yatim dan disabilitas dalam rangkaian Ngabreng #9.
“Terima kasih kepada Jatim Park Group atas dukungan CSR-nya. Ini sangat berarti bagi anak-anak,” pungkasnya.
Memasuki tahun kesembilan, Ngabreng bukan sekadar agenda rutin Ramadan. Ia telah menjadi simbol solidaritas pelaku wisata Kota Batu. Di tengah dinamika industri pariwisata, mereka membuktikan bahwa berbagi dan kolaborasi tetap menjadi napas utama. (Ananto Wibowo)




