SIDAK: Kasi Penma Kemenag Kota Malang, Abdul Mughni, beserta Kepala MIN 1 Kota Malang, Siti Aisah, saat menyambut kunjungan kerja dari Kabid Penma Kemenag Jatim, Sugiyo saat pelaksanaan PMBM 2026 jalur reguler dan afirmasi berlangsung, Rabu (4/03/2026). (Foto: Iwan Irawan/Malang Post)
MALANG POST – Proses seleksi penerimaan murid baru madrasah (PMBM) tahun ajaran 2026/2027, sudah hampir rampung. Pelaksanaan pemetaan tersebut diikuti 750 calon siswa MIN 1 Kota Malang.
Kepala MIN 1 Kota Malang, Dea. Siti Aisah, M.Pd menjelaskan, PMBM 2026 kali ini berlangsung dua jalur. Yakni prestasi dan reguler serta afirmasi. Pemetaan untuk jalur prestasi sudah selesai dilaksanakan.
“Pendaftaran jalur prestasi pada 23 – 27 Februari 2026. Tes seleksi melalui metode wawancara pada 2 Maret 2026.”
Jalur prestasi kita ambil dari tahfidz qur’an dan prestasi akademik maupun non akademik. Lalu kita umumkan pada 3 Maret 2026, siswa yang lolos seleksi 59 anak,” kata Kepala MIN 1 di ruangannya, Rabu (4/03/2026).
Ditambahkan perempuan berjilbab yang akrab disapa Ais ini, dari 59 anak yang lolos seleksi, 19 dari tahfidz qur’an dan 40 adalah prestasi akademik serta non akademik.
Sedangkan jalur reguler dan afirmasi, pelaksanaan tes seleksinya berlangsung tiga hari. Jumlah peserta tes wawancara dibagi tiga gelombang. Untuk menghindari penumpukan peserta di lokasi tes, serta mengantisipasi semangat siswa. Durasi waktunya pun tidak terlalu lama. Antara 30 menit sampai 1 jam.
“Pelaksanaan kita gelar Rabu hingga Jumat (4-6/03/2026). Jumlah siswa yang lolos sekitar 200 anak. Mengingat kuota yang kita miliki dan disesuaikan daya tampung di MIN 1 sebanyak 259 anak. Hasil tes pemetaan kita umumkan pada 9 Maret 2026,” tegasnya.
Kendati memakai metode tes secara wawancara, tambah Ais, namun diterapkan secara berbeda pada setiap calon siswa. Mulai dari pola komunikasi, bersosialisasi pada lingkungan, serta kepribadian anak dalam kehidupan sehari-harinya.
“Tes akademik yang kita pakai, memang tidak terlalu akademik. Karena kelebihan atau kemampuan secara personal pada setiap calon siswa, akan menjadi penilaian tersendiri. Hasil penilaian merupakan akumulasi dari tim panitia seleksi tes,” ujar Ais.
Jalur afirmasi tahun ini, tambahnya, hanya ada lima anak yang mendaftar. Mereka tetap mengikuti tes seleksi. Standar penilaiannya menggunakan yang sudah diterapkan oleh MIN 1 Kota Malang.
“Jadi meski hanya lima anak, kita tetap akan melihat hasil akumulasi nilai yang dikumpulkan oleh calon siswa tersebut. Jadi tidak ada kekhususan. Tetap kita kedepankan profesionalitas penilaian tanpa terkecuali,” sambungnya.

Kepala MIN 1 Kota Malang, Siti Aisah. (Foto: Iwan Irawan/Malang Post)
Di lokasi yang sama, Kasi Penma Kemenag Kota Malang, Abdul Mughni menyampaikan, pelaksanaan PMBM 2026 di MIN 1 Kota Malang, diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik, serta berjalan lancar dan baik.
Sesuai proposal yang diajukan ke Kemenag Kota Malang, jelasnya, PMBM Min 1 Kota Malang menggunakan jalur prestasi dan reguler serta afirmasi. Pihaknya juga mendapat informasi dari kelompok kerja madrasah (KKM) swasta, agar yang tidak lolos bisa ikut seleksi ke swasta.
“Kami berharap teman-teman KKM bisa mendapatkan limpahan, ketika ada calon siswa tidak lolos seleksi dari MIN 1 Kota Malang.”
“Apalagi MI swasta sekarang, juga masuk dalam binaan Kemenang. Kualitas pendidikan MI swasta sekarang juga sudah bisa berprestasi,” terang Mughni saat ditemui di MIN 1.
Untuk KKM wilayah Kecamatan Klojen, jelasnya, ada 20 lebih madrasah ibtidaiyah swasta yang menjadi binaannya. Masyarakat bisa bergabung di MI swasta, yang sudah bisa dilihat kemajuannya. Agar pendidikan merata dan berprestasi.
“Pelaksanaan pemetaan pada PMBM di MIN 1 Kota Malang ini, berlangsung tiga sesi. Sesi pertama 240 peserta, sesi kedua juga 240 peserta dan sesi ketiga sebanyak 183 peserta.”
“Jalur prestasi yang daftar 150 anak, diterima 59 anak. Total kuota yang bisa diterima sebanyak 259 anak, dari 750 calon siswa yang mendaftar di MIN 1 Kota Malang,” pungkasnya. (Iwan Irawan/Ra Indrata)




