MALANG POST – Teknik Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur memastikan, penanganan jalan berlubang di ruas jalan provinsi sudah mulai berjalan sejak beberapa bulan lalu. Tapi pelaksanaannya belum masif.
Namun untuk menuju momen lebaran, Pemprov Jatim bakal memastikan kelaikan jalan provinsi dengan luasan 1.667 km ini bisa mendapat pemeliharaan, agar bisa dilalui dengan aman dan lancar.
Penegasan itu disampaikan Kabid Bina Teknik Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Netty Herawati, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Rabu (4/3/2026).
“Untuk ruas jalan di Kota Malang yang masuk kewenangan Pemprov Jatim, meliputi Jalan Ahma Yani – Borobudur – Soehat dan Tlogomas. Lalu jalur Kolonel Sugiyono arah Gadang. Ruas tersebut juga dipastikan telah dilakukan pemeliharaan rutin,” jelasnya.
Kemudian untuk jalan yang masuk kategori rawan laka, rawan bencana alam hingga rawan berlubang, tambahnya, juga telah ditempatkan rambu-rambu peringatan. Agar para pengguna jalan bisa lebih berhati-hati.
Kabid Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang, Kristian Bagus Muryanto, menambahkan, kemantapan jalan di Kota Malang telah mencapai 93 persen dan masih akan mengalami peningkatan melalui pemeliharaan rutin. Sebagai persiapan menyambut momen mudik dan libur Lebaran 2026.
Kata Bagus, jalur poros yang menghubungkan Kota Malang menuju Kabupaten, bakal menjadi prioritas. Karena kepadatan arus lalu lintas dominan melintas di jalur-jalur tersebut.
“Sebagian ruas jalan berlubang yang belum mendapat penanganan, dikarenakan adanya keterbatasan anggaran.”
“Untuk mengatasi hal itu, PUPR Kota Malang juga aktif mengajukan pendanaan, baik ke tingkat provinsi maupun ke Kementerian Perhubungan,” sebutnya.
Sementara itu, Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Jalan Raya Fakultas Teknik Univeritas Brawijaya, Prof. Ir. Ludfi Djakfar, MSCE, Ph.D., menyebut, jalan rusak menyumbang faktor laka sebesar 20 persen. Sementara 70 persen lainnya imbas human error.
Karenanya, Prof Ludfi menyarankan agar ditempatkannya rambu-rambu peringatan di sejumlah ruas jalan, yang masih terdapat jalan berlubang. Agar para pengendara bisa lebih berhati-hati.
Di sisi lain, Prof Ludfi juga menyoroti agregat atau material dalam pembuatan aspal di Kota Malang, yang disebut sudah memenuhi syarat kelayakan. Sehingga tinggal dilakukan pemeliharaan rutin saja. (Yolanda Oktaviani/Ra Indrata)




