MALANG POST – Penampilan impresif Walisson Moreira Farias Maia bersama Arema FC, tampaknya hanya bisa bertahan dalam empat laga. Seusai membela Singo Edan di pekan ke-23, pemain asal Brasil itu divonis cedera parah dan harus masuk ruang penyembuhan, hingga akhir musim 2025/2026 ini.
Jelas kondisi tersebut menjadi kabar buruk bagi Arema FC. Apalagi ekspektasi tinggi sudah dilayangkan kepada pemain 34 tahun tersebut. Bahkan saat didatangkan pada 5 Februari 2026 lalu, Walisson Maia langsung mendapat kontrak hingga 2027.
Tetapi apa mau dikata, laga di pekan ke-23 Super League musim 2025/2026, pada Kamis (26/2/2026) lalu, berpeluang menjadi laga pamungkasnya bersama Arema di musim ini.
“Setelah kita periksa, Maia mengalami patah tulang fibula yang disebabkan salah tumpuan. Jadi memang harus menjalani pemulihan cukup lama,” jelas dokter tim Arema, dr. Nanang Tri Wahyudi, ketika dikonfirmasi Senin (2/3/2026).
Saat dijamu Borneo FC di Stadion Segiri, Balikpapan, adalah laga keempat bek tengah yang punya nilai pasar Rp434 juta.
Turun sebagai starting eleven, Maia tetap berpasangan dengan Hansamu Yama Pranata, untuk mengawal pertahanan Arema di posisi center defender.
Di babak pertama dalam laga yang dipimpin Wasit Muhammad Tri Santoso, penampilan Maia tetap impresif. Tenang dalam membaca bola dan tidak banyak melakukan kesalahan. Meski di 45 menit pertama itu, gawang Arema yang dikawal Lucas Frigeri, sudah kebobolan tiga gol.
Pada babak kedua, tepatnya di menit ke-62, tiba-tiba Walisson Maia mengeluh sakit pada kakinya. Dia pun berbaring sembari meminta pertolongan tim medis. Padahal saat itu, posisi bola jauh dari gawang Arema. Maia juga tidak terlihat berbenturan dengan pemain lainnya.
Saat tim medis masuk untuk memberikan pertolongan di lapangan, Maia terihat berkali-kali geleng-geleng kepala. Tanda dia tidak mampu melanjutkan permainan. Pembawa tandu pun masuk, untuk membawa keluar defender yang baru mendapatkan satu kartu kuning ini.
Pelatih Arema, Marcos Santos, langsung meminta Pablo Oliveira untuk masuk, menggantikan posisi Maia. Menjadi bek tengah, meski posisi aslinya adalah gelandang bertahan.
Bahkan saat pulang ke Malang, Maia tidak bisa berjalan sendiri. Harus menggunakan kursi roda dan dibantu beberapa pemain Arema lainnya.
Setelah mendapatkan perawatan lebih serius di Malang, kabar buruk itu pun mulai datang. Pemain dengan postur 187 cm itu, harus beristirahat minimal tiga bulan, sebagai akibat
Tidak hanya itu, Aremania juga harus dihadapkan kabar yang lebih buruk karena Maia harus istirahat selama 3 bulan akibat patah tulang fibula.
“Sebenarnya dia ada opsi untuk operasi. Tapi dia memilih untuk tidak dioperasi. Jadi sekarang ini cukup melakukan pemulihan saja,” jelas dr Nanang.
Dengan kondisi tersebut, artinya Maia hanya empat kali bisa memperkuat Arema. Dua diantaranya tampil penuh sepanjang 90 menit. Sedang saat lawan Persija, Maia hanya tampil 65 menit dan lawan Borneo, bisa bermain 62 menit. Total waktu bermainnya hanya 307 menit.
Meski demikian, saat 62 menit menjaga pertahan Arema, Maia sudah melakukan 36 kali passing, empat kali intercept, tiga kali ball recovery, dua kali clearance, dua kali goal concided dan sekali tackle.
Dalam empat kali tampil bersama Arema, Walisson Maia melakukan enam kali tekel, sembilan kali sapuan dan 16 kali intersepsi. Melakukan lima kali pelanggaran dengan satu kartu kuning.
Dengan absenya pemain 35 tahun ini, praktis lini belakang Arema kembali bermasalah. Karena tidak ada lagi pemain asing yang memiliki posisi bek tengah. Setelah sebelumnya Luiz Gustavo juga harus mengakhiri kompetisi lebih awal, akibat cedera ligamen. Ditambah Yann Motta dan Odivan Koerich, yang dilepas karena performanya tidak sesuai ekspektasi.
Praktis saat ini Arema hanya punya dua bek tengah lokal. Yakni Hansamu Yama Pranata dan Anwar Rifa’i. Meski jika dipaksakan, ada dua pemain bertahan, Matheus Blade dan Julian Guevara, yang dipasang sebagai bek tengah. (Ra Indrata)




