MALANG POST – Pemkot Batu kembali mencuri perhatian di level regional. Kali ini, apresiasi datang langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, atas peran strategis Kota Batu dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendorong stabilitas harga bahan pokok di Jawa Timur.
Penghargaan tersebut disampaikan dalam forum High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jawa Timur yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Kemarin. Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, hadir langsung menerima apresiasi tersebut bersama para kepala daerah se-Jatim.
Dalam arahannya, Gubernur Khofifah menyebut Kota Batu sebagai salah satu daerah yang konsisten mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Keberadaan lumbung pangan yang luas di wilayah pegunungan ini dinilai memberi kontribusi signifikan dalam menjaga Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
“Peran Kota Batu sangat penting. Ketersediaan pangannya terjaga, koordinasi di lapangan berjalan baik, sehingga ikut menopang stabilitas harga di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Data Kanwil Jawa Timur per Februari 2026 mencatat, stok CBP telah mencapai 822.854 ton. Angka tersebut menjadi bantalan penting dalam mengantisipasi gejolak harga, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Tak hanya itu, berdasarkan peta sebaran komoditas strategis tahun 2025, Kota Batu juga mencatatkan kinerja impresif. Kota wisata ini berstatus surplus bawang merah dan cabai merah, dua komoditas yang kerap menjadi pemicu inflasi. Meski demikian, pemantauan ketat tetap dilakukan pada komoditas sensitif lain seperti cabai rawit dan daging ayam ras.

TEKAN INFLASI: Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat menghadiri forum high level meeting TPID dan TP2DD se Jatim guna menekan inflasi. (Foto: Istimewa)
Gubernur Khofifah juga mengingatkan seluruh daerah agar tidak lengah. Satgas Pangan diminta terus memantau pergerakan harga, khususnya beras, di tengah dinamika ekonomi global yang masih bergejolak.
Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan, bahwa Pemkot Batu melalui TPID terus mengintensifkan pemantauan harga dan pasokan bahan pokok di pasar-pasar tradisional maupun modern.
“Kami memastikan stok pangan aman dan harga tetap stabil. Satgas Pangan akan terus bergerak di lapangan agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” tegas Heli.
Menurutnya, penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) menjadi kunci utama agar distribusi bahan pangan tetap lancar dan tidak tersendat, terutama saat permintaan meningkat.
Di sisi lain, prestasi Kota Batu juga menonjol di sektor digitalisasi. Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Kota Batu pada Semester II Tahun 2025 tercatat mencapai 99,3 persen. Capaian tersebut menempatkan Kota Batu sebagai salah satu daerah dengan tingkat digitalisasi transaksi tertinggi di Jawa Timur.
“Tata kelola keuangan daerah kini semakin transparan, akuntabel, dan efisien. Hampir seluruh transaksi sudah terdigitalisasi, sehingga potensi kebocoran anggaran bisa ditekan,” jelas Heli.
Ia menambahkan, sinergi antara pengendalian inflasi melalui TPID dan transformasi digital lewat TP2DD diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Transformasi ini bukan hanya untuk birokrasi, tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan petani, pedagang, dan masyarakat Kota Batu,” katanya.
Forum HLM ini diharapkan semakin memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketahanan pangan Jawa Timur tetap kokoh. (Ananto Wibowo)




