MALANG POST – Jawa Timur kembali diguncang cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir. Memicu berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang serta puting beliung. Ancaman ini tidak hanya merusak rumah dan infrastruktur, tetapi juga menumbangkan pohon dan mengganggu aktivitas warga di sejumlah daerah.
Peristiwa terbaru terjadi di sekitar Bukit Kedaluh, yang dikenal luas sebagai Bukit King Kong, wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Kabupaten Pasuruan. Longsor dilaporkan terjadi pada Rabu (25 Februari) sekitar pukul 05.30 WIB, tepat di ruas jalan dekat lokasi view point Bukit Kedaluh.
Dampak kejadian ini cukup signifikan. Tujuh unit sepeda motor milik pelaku jasa wisata tertimbun material longsoran. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa terkait peristiwa tersebut. Informasi yang dihimpun petugas menunjukkan bahwa dua kendaraan dari total yang tertimbun masih belum bisa dievakuasi.
Kepala Humas BB TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa longsor terjadi di ruas jalan yang berdekatan dengan view point Bukit Kedaluh. Luas area longsoran diperkirakan sekitar 15 x 10 meter.
“Dari jumlah kendaraan yang tertimbun, dua di antaranya masih belum bisa dievakuasi,” ujar Endrip pada laporan pagi itu.
Upaya penanganan darurat telah dimulai. Petugas dari Resort Wilayah Gunung Penanjakan bersama pelaku jasa wisata dan masyarakat setempat langsung berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan tindakan darurat.
Alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur juga dalam perjalanan menuju lokasi guna mempercepat proses evakuasi dan penanganan longsor.
“Tim kami masih menghimpun informasi dari lapangan. Jika ada perkembangan resmi, akan segera kami sampaikan,” tegas Endrip, menutup pernyataan singkatnya.
Kejadian ini menambah panjang daftar bencana hidrometeorologi yang melanda Jawa Timur. BPBD setempat bersama otoritas terkait kembali diingatkan untuk terus memantau kondisi cuaca, melakukan evakuasi jika diperlukan, serta menyediakan shelter bagi warga sekitar lokasi rawan longsor dan tanah longsor.
Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal atau bekerja di daerah rawan, serta mengikuti arahan petugas apabila situasi memburuk. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




