MALANG POST – Ujian Terbuka Tahfidz Al-Qur’an dilangsungkan di masjid SMA ‘Aisyiyah Boarding School Malang di Lawang Kabupaten Malang, kemarin petang.
Ujian tahfidz yang diikuti sejumlah santri kelas XII ini, menjalani salah satu momen penting dalam tujuan pendidikan mereka: menjadi generasi Qurani.
Kegiatan ini bukan sekadar ujian hafalan biasa. Di hadapan penguji, guru, dan orang tua, para santri diminta melanjutkan ayat, menyambung hafalan, hingga menjawab pertanyaan seputar tajwid dan tes kelancaran bacaan.
Suasana hening menyelimuti masjid setiap kali lantunan ayat suci menggema. Para wali yang menyaksikan langsung perjuangan ananda mereka juga tampak mengikuti penuh haru.
Ujian terbuka ini menghadirkan penguji eksternal, Ustadz Hanif, yang memberikan penilaian secara objektif dan profesional. Turut mendampingi, pengampu tahfidz sekolah, Ustadz Tafta, dan pembina asrama, Ustadz Sukri, yang sudah mendampingi proses hafalan para santri dengan penuh kesabaran dan ketelatenan.

“Kami hadir, memberi dukungan terhadap komitmen sekolah dalam membina generasi Qur’ani. Ujian ini bukan sekadar hafalan, melainkan tentang menjaga amanah Al-Qur’an dalam hati,” demikian Ketua Majelis PAUD Dasar-Menengah Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Malang, Sri Subekti, M.Pd, kemarin malam.
Menurutnya, ujian terbuka ini bukan hanya evaluasi akademik, tetapi juga momentum pembuktian hasil ikhtiar, doa, dan kerja keras yang telah ditempuh para santri.
Pelaksanaan ujian terbuka ini bertujuan untuk memastikan kualitas hafalan santri secara langsung serta memberikan ruang bagi orang tua untuk menyaksikan langsung capaian putri mereka.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban program tahfidz sekolah kepada masyarakat.
Empat setengah jam pelaksanaan ujian terasa begitu bermakna, bukan hanya bagi peserta, tetapi juga bagi seluruh yang hadir. Beberapa wali santri tampak menitikkan air mata, saat anak mereka mampu menjawab lancar setiap pertanyaan penguji.
“Melalui Ujian Terbuka Tahfidz ini, SMA ‘Aisyiyah Boarding School Malang terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak generasi berakhlak mulia, berilmu, dan berjiwa Qur’ani,” ungkap Sri Subekti. (*/Ra Indrata)




