MALANG POST – Kalau kita lewat jalan yang membelah antara Pasar Induk Gadang (PIG) sebelah Utara dengan Selatan, kesan pertama yang terlihat adalah jalanan rusak, becek dan kumuh.
Kemacetan arus lalu lintas (lalin) pun tidak terhindar. Berlangsung sudah puluhan tahun. Dampak dari tak berfungsinya maksimal jembatan kembar dan bongkar muat barang dagangan di pinggir jalan itu.
Kemacetan tambah di perparah dengan antrean bus dan mikrolet yang mencari calon penumpang di ujung jalan. Maklum kawasan ini dulu adalah terminal bus yang lokasinya gandeng dengan PIG.
Sudah beberapa Walikota Malang berusaha untuk menyelesaikan masalah ini. Dan baru Walikota Malang, Wahyu Hidayat, saat ini yang tampaknya mampu untuk menuntaskan.
Pedagang PIG sebelah Selatan pun diminta bergeser masuk ke dalam. Di lahan sewaan seluas 6.000 m2 lebih. Totalnya kurang lebih 1.200 pedagang buah dan sayur.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, berhasil mendorong para pedagang untuk pindah, guna membantu pemkot yang ingin membuat jalan di tengah PIG mulus dan mengoptimalkan jembatan kembar.
Selama ini dari jembatan kembar itu hanya satu yang berfungsi optimal. Yang sebelah Utara. Sedang yang Selatan tersumbat oleh bangunan pasar. Padahal, kawasan itu seharusnya jalan kembar.
Setelah beberapa kali melakukan pertemuan, Diskopindag berhasil mendorong pedagang geser ke dalam. Yang membuat Walikota Wahyu dan Diskopindag memberi apresiasi, pedagang bersedia tanggung renteng biaya untuk membangun tempat relokasi.

Walikota Malang, Wahyu Hidayat, bersama rombongan meninjau kesiapan tempat relokasi pedagang PIG sisi Selatan, Senin (23/2/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Kini konstruksi pasar relokasi itu sudah rampung sekitar 50 persen. Dan Senin (23/2/2026) ditinjau Walikota Wahyu Hidayat bersama rombongan.
Wahyu memeriksa rinci dari konstruksi ini, baik rangka baja, saluran air hingga area bongkar muat barang, area parkir dan jalan bagi pengunjung pasar. Wahyu menargetkan proses relokasi pedagang di kawasan Pasar Gadang rampung paling lambat usai Lebaran 2026. Yaitu, Maret 2026.
Relokasi pedagang ini menjadi syarat utama sebelum proyek penataan dan pelebaran jalan yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN dapat masuk tahap pelelangan.
“Dana sudah tersedia. Sekarang yang harus dipastikan adalah lahannya benar-benar siap. Kalau pedagang sudah pindah semua, baru proses lelang proyek jalan bisa dimulai,” tegas Wahyu.
Wahyu menyatakan telah meminta Dinas Pekerjaan Umum memastikan kesiapan lapangan, termasuk memastikan area proyek steril dari aktivitas perdagangan. Pembangunan tidak dapat dimulai sebelum kawasan benar-benar kosong.
Proyek dengan biaya dari DAK Rp 14,9 miliar itu mencakup perbaikan dan pelebaran jalan menjadi dua jalur dengan median di tengah. Desain infrastruktur akan diselaraskan dengan dua jembatan yang berada di kawasan itu untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Pemkot Malang juga merancang pemasangan pagar atau tembok pembatas pada median jalan guna mencegah aktivitas jual beli di tepi jalan serta penyeberangan sembarangan yang berpotensi mengganggu lalu lintas.
“Pasar sisi Selatan kemungkinan akan dilengkapi pagar atau tembok pembatas agar tidak ada lagi transaksi langsung di pinggir jalan,” ujar Wahyu.
Selain itu, disiapkan jalur khusus selebar sekitar 1,5 meter bagi warga yang hendak berbelanja sebelum memasuki area pedagang. Skema itu dirancang agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu pengguna jalan.
Pemkot menargetkan pedagang mulai menempati lokasi baru pada H+7 Idul Fitri 2026. Seluruh proses pemindahan ditargetkan tuntas pada Maret 2026 agar proyek pembangunan jalan dari pemerintah pusat bisa segera direalisasikan.
Kesepakatan relokasi telah dibahas bersama Diskopindag dan pihak terkait. Setelah kawasan dinyatakan bersih, lanjut Wahyu, proses lelang akan segera dilaksanakan sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku.
Kepala Diskopindag, Eko Sri Yuliadi, didampingi Ketua Paguyuban Pasar, Abdul Kodir, memastikan para pedagang pindah ke tempat baru seusai Lebaran. Tempat baru hasil swadaya pedagang ini akan dilengkapi dengan 4 cold storage besar untuk buah impor. (Eka Nurcahyo)




