MALANG POST – Aksi perusakan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cembo, Dusun Sumbersari, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menggegerkan warga. Puluhan makam ditemukan dalam kondisi rusak. Nisan pecah dan bergeser dari tempat semula.
Peristiwa ini pertama kali ramai setelah video berdurasi sekitar 4 menit 55 detik beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah warga merekam deretan makam yang tak lagi rapi. Batu penanda berserakan, sebagian bahkan tidak berada di posisi semula.
Narasi dalam video menyebutkan kerusakan diketahui pada Minggu pagi (22/2/2026) saat area pemakaman dalam kondisi sepi. Meski waktu pasti perusakan belum diketahui, warga menduga kejadian terjadi pada hari yang sama.
Sedikitnya 20 makam dilaporkan terdampak. Kondisi itu memicu kemarahan sekaligus keprihatinan masyarakat, terutama keluarga ahli waris yang merasa tempat peristirahatan terakhir kerabat mereka tidak dihormati.
“Ini sangat menyakitkan bagi keluarga. Makam itu tempat kami mendoakan orang tua,” ujar Udin, salah satu warga, Senin (23/2/2026).
Perkembangan terbaru, dugaan pelaku mengarah pada juru kunci TPU setempat. Informasi tersebut disampaikan Kepala Dusun (Kasun) Sumber Sari, Istiyah, saat dikonfirmasi.
Istiyah mengaku awalnya menerima laporan warga pada Minggu (22/2/2026) pagi. Ia kemudian langsung mendatangi lokasi pada siang hari untuk memastikan kondisi makam.
“Saya setelah mendapatkan informasi langsung datang dan melihat sendiri puluhan makam yang rusak. Saya menyayangkan tindakan juru kunci yang melakukan hal tersebut tanpa musyawarah,” terangnya.
Menurutnya, perbuatan serupa bukan kali pertama terjadi. Beberapa waktu lalu, terduga pelaku juga sempat memotongi pohon di area makam tanpa koordinasi.

Foto tangkapan layar, tampak puluhan makam di TPU Cembo Desa Giripurno rusak, sejumlah batu nisan bergeser dari tempat semula. (Foto: Istimewa)
“Dulu memotongi pohon di makam, kemudian kemarin malah merusak makam,” katanya.
Dari keterangan yang diterima perangkat dusun, terduga pelaku beralasan ingin membuat atau melebarkan akses jalan di area pemakaman. Namun Istiyah menegaskan, alasan tersebut tidak dapat dibenarkan jika dilakukan tanpa pemberitahuan maupun musyawarah dengan warga dan pemerintah desa.
Ia juga menyebut hingga kini yang bersangkutan belum menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga terdampak. Kondisi itu sempat memicu kegeraman warga yang meminta pertanggungjawaban.
Meski demikian, perbaikan makam yang rusak sudah dilakukan. Nisan yang sempat dipindahkan telah dikembalikan ke posisi semula, dengan proses perbaikan dibantu keluarga terduga pelaku.
Kasus ini telah dilaporkan ke perangkat desa dan terus didalami. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan keamanan di area pemakaman dapat diperketat, termasuk memastikan setiap penataan makam dilakukan melalui musyawarah.
Sementara itu, Kepala Desa Giripurno, Suntoro mengatakan, pihak desa telah menerima laporan dari kepala dusun dan melakukan penanganan awal. Ia memastikan persoalan tersebut tengah diselesaikan secara internal di tingkat desa.
“Permasalahan sudah ditangani. Nisan yang dipindah juga sudah dikembalikan,” ujarnya.
Suntoro membenarkan kejadian serupa pernah terjadi beberapa tahun lalu. Karena itu, pemerintah desa berencana memanggil terduga pelaku dalam waktu dekat untuk klarifikasi sekaligus menentukan langkah lanjutan.
Ia menyayangkan peristiwa tersebut, terlebih karena menyangkut tempat pemakaman yang memiliki nilai emosional bagi masyarakat. Pemerintah desa juga menyoroti belum adanya itikad baik dari terduga pelaku untuk meminta maaf secara terbuka kepada warga terdampak. (Ananto Wibowo)




