MALANG POST – Sebuah simbol sarat makna diterima Wali Kota Batu, Nurochman, saat menerima audiensi pengurus Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) Kota Batu. Berlangsung di rumah dinas wali kota, audiensi tersebut ditandai dengan penyerahan wayang Bolodewo, yang dimaknai sebagai simbol karakter pemimpin yang kuat, tegas dan berpegang pada nilai keadilan.
Penyerahan wayang tidak sekadar seremoni. Tokoh Bolodewo dipilih karena merepresentasikan nilai-nilai kesetiaan, keberanian, kebijaksanaan, serta keteguhan sikap.
Dalam tradisi pewayangan, Bolodewo dikenal sebagai saudara dari Kresna, sosok sentral dalam kisah Mahabharata, yang kerap digambarkan lugas, berani mengambil keputusan dan konsisten membela kebenaran.
Wali Kota Batu menyambut hangat simbol budaya tersebut. Menurutnya, wayang bukan sekadar artefak seni, tetapi warisan nilai yang relevan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Wayang mengajarkan banyak hal tentang kepemimpinan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab moral. Nilai-nilai itu harus terus kita hidupkan,” ujar Nurochman, Minggu (22/2/2026).

BOLODEWO: Wali Kota Batu Nurochman saat menerima wayang Bolodewo daei Pepadi Kota Batu, melambangkan karakter pemimpin yang kuat, tegas dan berpegang pada nilai keadilan. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dalam audiensi itu, PEPADI Kota Batu menyampaikan sejumlah aspirasi para seniman pedalangan dan pelaku seni tradisional. Salah satu sorotan utama adalah kebutuhan akan ruang pertunjukan yang representatif untuk kesenian tradisional, khususnya wayang, agar dapat tampil secara rutin dan menjangkau masyarakat luas.
Menanggapi aspirasi tersebut, Cak Nur menegaskan bahwa pemerintah daerah tengah mempertimbangkan upaya penyediaan sarana dan prasarana khusus seni budaya. “Kami memahami kebutuhan ruang ekspresi bagi para seniman. Saat ini sedang kami kaji dan upayakan, tentu dengan masukan dari PEPADI dan seluruh insan budaya,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan ruang pertunjukan bukan hanya penting bagi seniman, tetapi juga menjadi sarana edukasi budaya bagi masyarakat. Dengan ruang yang layak, seni tradisi dapat tampil lebih hidup, terkelola dengan baik dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Cak Nur juga menegaskan dukungan penuh Pemkot Batu kepada PEPADI untuk terus terlibat dalam berbagai agenda seni dan budaya yang digagas pemkot. Ia juga mendorong PEPADI agar aktif mengenalkan kesenian wayang kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih adaptif dan kreatif.
“Wayang tidak boleh dipandang sebagai tontonan orang tua saja. Ini adalah identitas budaya kita. Tantangannya adalah bagaimana membuat generasi muda merasa dekat dan bangga dengan warisan leluhur,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




