KOLASE: Dalberto Luan Belo (kiri) saat berlatih bersama Joel Vinicius. Duet striker asal Brasil itu, sekarang tengah bersaing untuk menjadi top skor di tim maupun Super League. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Sebelum bergabung dengan Arema FC, mulai pekan ke-19 Super League musim 2025/2026, Joel Vinicius Silva dos Anjos adalah salah satu mesin gol Borneo FC.
Bersama tim berjuluk Pesut Etam ini, Joel Vinicius sudah mencetak tujuh gol dan dua asis dalam 19 kali pertandingan.
Usai ditebus Arema dengan mahar Rp2,6 miliar, pemain 31 tahun ini sudah melakoni tiga laga. Bermain sepanjang 251 menit, dengan mencetak dua gol.
Tambahan dua gol itu, menjadikan pemain kelahiran Sao Paulo mengoleksi sembilan gol. Semakin dekat dengan torehan gol yang dibuat top skor Arema FC, Dalberto Luan Belo, yang masih macet di 10 gol.
Puncak top skor Super League hingga pekan ke-21, diduduki penyerang Persija Jakarta, Maxwell, dengan koleksi 12 gol.
Lantas apakah Joel Vinicius bakal bersaing dengan Dalberto, untuk bisa merebut posisi top skor dalam sisa 13 pertandingan?
“Saya selalu percaya, saya bisa mencetak gol. Saya selalu ingin membantu tim dengan gol. Masih banyak pertandingan ke depan,” kata pemain dengan postur 187 cm ini.
Hanya saja, Vinicius juga menegaskan ada hal yang lebih penting, daripada fokus mengejar gelar pencetak gol terbanyak. Yakni bisa membantu Arema meraih kemenangan, saat turun di lapangan hijau.
“Seperti yang saya katakan, yang paling penting adalah membantu Arema meraih poin demi poin.”
“Jika peluang datang, saya akan sangat senang bisa mencetak gol lagi. Saya ingin terus mencetak gol sebanyak-banyaknya,” tegasnya.
Obsesi Joel Vinicius bukan sekadar obral bualan. Ada banyak pemain yang terus memberikan support kepada mantan pemain Bahrain SC itu. Apalagi posisinya sebagai penyerang tengah, yang memang punya tugas eksekusi bola-bola di kotak penalti.
Pemain yang mendapat kontrak di Arema hingga 31 Mei 2027 ini lantas menyebut dua nama, yang memberikan asis saat mencetak dua dari tiga gol kemenangan Arema atas Semen Padang. Gustavo Franca dan Valdeci Moreira.
Sesama pemain Brasil, Franca berperan penting untuk terciptanya gol perdana Vinicius bagi Arema FC, di menit ke-30.
“Gol pertama datang dari permainan yang sangat bagus. Bola datang dari sisi kanan. Rekan saya menerima bola dan melakukan pergerakan yang baik.”
“Saya bergerak masuk ke kotak penalti, memposisikan diri dengan baik. Ketika bola dikembalikan, saya sudah berada di posisi yang tepat dan berhasil melakukan penyelesaian dengan baik menjadi gol yang indah,” kata Joel Vinicius.
Dia juga menegaskan, dua gol yang dicetak bukan terjadi begitu saja. Melainkan melalui proses seperti yang sering dilakukan dalam sesi latihan. Termasuk gol keduanya di menit 57.
“Gol kedua berasal dari pergerakan Valdeci. Itu adalah karakteristik permainannya, sesuatu yang sering kami lihat saat latihan. Ketika dia melakukan pergerakan dan memberikan umpan, saya sudah tahu kualitasnya.”
“Bek lawan mencoba menghentikan saya. Tetapi saya berhasil mempertahankan posisi. Ketika Valdeci memberikan umpan, saya tahu itu adalah peluang yang bagus, dan saya berhasil mencetak gol lagi,” tandasnya.
Melihat formasi yang saat ini sering digunakan pelatih Arema, Marcos Santos, tampaknya bukan mustahil gol-gol Joel Vinicius tinggal menunggu waktu saja. Karena supporting system dalam skema main Arema, mulai semakin tajam.
Dalam dua laga terakhir melawan Persija Jakarta dan Semen Padang, Marcos menempatkan Betinho Filho, Matheus Blade, Gustavo França dan Gabriel Silva di tengah. Mereka diharapkan dapat mendukung duo bomber Dalberto Luan Belo dan Joel Vinicius di depan.
Hasilnya, Gabi melesakkan dua gol ke gawang Persija Jakarta dan menang 2-0. Sementara ketika mengalahkan Semen Padang, satu gol dibuat França dan dua gol dilesakkan Vinicius.
Marcos menilai, tanpa mengesampingkan peran para pemain lokal, para pemain asing membuat Arema lebih kuat di putaran kedua.
Khususnya para pemain Negeri Samba yang baru gabung. Seperti Gabriel Silva, Gustavo França, Joel Vinicius, Walisson Maia, dan Pablo Oliveira.
“Kami adalah grup yang kuat. Tim yang selalu bisa menciptakan peluang. Kami selalu memiliki kesempatan untuk mencetak gol.”
“Para pemain yang lebih berpengalaman, membantu pemain lain untuk berkembang,” tegas pelatih berlisensi Pro Conmebol ini. (*/Ra Indrata)




