MALANG POST – Dinas Perhubungan Kota Malang mengklaim libur panjang kemarin berjalan kondusif. Dalam momen long weekend saat momen Imlek, relatif aman dan lancar.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra menilai, pelaksanaan long weekend momen Imlek kemarin relatif aman dan lancar.
“Masyarakat masih leluasa menikmati libur panjang meski sempat ada kendala cuaca hujan,” katanya.
Widjaja menyebut, pihaknya bersinergi bersama Polresta Malang Kota, dalam mengawal kelancaran arus lalu lintas. Terutama di titik-titik rawan kepadatan karena aktivitas jual beli.
Menurutnya, kepadatan lalu lintas dan pergerakan ekonomi memang dua hal yang berjalan beriringan. Sehingga tidak bisa hanya fokus pada kelancaran jalan tanpa memikirkan geliat ekonomi warga.
Namun di sisi lain, kenyamanan tetap harus jadi prioritas. Dicontohkan, fenomena penjualan takjil di momen Ramadan seringkali memicu kemacetan. Pihaknya berharap kondisi serupa tidak terulang di tahun ini.
Widjaja menegaskan, penataan tetap dilakukan sesuai SE Wali Kota Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perizinan dan ketertiban usaha.
Dia mengingatkan pedagang tidak memaksakan parkir di lokasi terbatas dan pengunjung pun diharapkan mulai membudayakan parkir di titik tertentu lalu berjalan kaki, seperti di kawasan wisata.
“Infrastruktur yang terbatas memang jadi tantangan. Namun pendekatan penataan dinilai lebih tepat dibanding tindakan represif yang bisa berdampak pada ekonomi masyarakat,” sebutnya.
Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo menambahkan, lonjakan kendaraan saat long weekend sudah jadi pola rutin di Kota Malang.
“Setiap akhir pekan saja, wisatawan terus berdatangan. Sementara kapasitas jalan relatif tetap.”
“Ketidakseimbangan antara volume kendaraan dan daya tampung jalan inilah, yang memicu kepadatan di sejumlah titik,” jelasnya.
Apalagi kawasan Alun-alun Kota Malang yang kini kembali dibuka, semakin meningkatkan daya tarik kunjungan. Hal itu otomatis berdampak pada peningkatan arus kendaraan, terutama di pusat kota.
Karena itu, kata AKP Rio, kepolisian terus melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Untuk meminimalkan kemacetan, khususnya di kawasan wisata dan pusat keramaian. Termasuk di lokasi penjualan takjil Ramadan seperti di Taman Krida Budaya Suhat, kawasan Sulfat, Sawojajar dan Jalan Surabaya.
Sementara itu, Pengamat Transportasi Universitas Merdeka Malang,!Zaid Dzulkarnain Zubizaretta, ST., MT., menegaskan, Kota Malang mau tidak mau harus siap menghadapi lonjakan mobilitas saat long weekend.
Menurutnya, tren saat ini menunjukkan Malang semakin dikenal sebagai kota wisata kuliner.
“Pergeseran ini membuat pergerakan orang dan kendaraan lebih terpusat di titik-titik pusat kuliner,” sebutnya
Kondisi itu, tambahnya, menyebabkan mobilitas cukup tinggi dan membutuhkan solusi terintegrasi antar titik kuliner.
Zaid turut menyinggung soal parkir di kawasan Kayutangan sudah cukup baik. Namun tetap perlu dievaluasi agar tidak mengganggu pengguna jalan lain.
“Ke depan perlu dipikirkan titik drop off khusus bagi kendaraan wisatawan, terutama di kawasan padat seperti Kayutangan.”
“Dengan adanya area khusus untuk menurunkan penumpang, kendaraan tidak perlu berhenti terlalu lama di badan jalan,” tegasnya.
Langkah-langkah yang terencana, dinilai penting agar Kota Malang tetap nyaman meski lalu lintas terus menggeliat. (Faricha Umami/Ra Indrata)




