MALANG POST – Pemkot Batu tak ingin berlama-lama membiarkan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) kosong tanpa pejabat definitif. Proses pengisian jabatan strategis itu kini memasuki babak baru. Panitia Seleksi (Pansel) resmi terbentuk dan seleksi terbuka (selter) calon Sekda Kota Batu ditargetkan segera bergulir dalam waktu dekat.
Wali Kota Batu, Nurochman memastikan, tahapan seleksi akan langsung dijalankan setelah jabatan Penjabat (Pj) Sekda resmi diisi Eko Suhartono pada 6 Februari 2026 lalu. Dengan demikian, roda persiapan selter kini sepenuhnya siap diputar.
“Pansel sudah terbentuk. Tinggal dijalankan. Insyaallah bulan puasa ini mulai running,” ujar Cak Nur sapaan akrabnya Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, komposisi Pansel berjumlah lima orang yang berasal dari unsur akademisi dan birokrasi. Untuk menjaga objektivitas dan independensi proses, unsur birokrasi tidak diambil dari internal Pemkot Batu, melainkan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Langkah itu diambil agar seleksi berjalan profesional, transparan dan minim konflik kepentingan.
Cak Nur menargetkan Sekda definitif sudah terpilih paling lambat tiga bulan sejak pelantikan Pj Sekda. Artinya, sekitar awal Mei 2026 kursi Sekda diharapkan sudah terisi pejabat definitif. “Target maksimal tiga bulan. Kalau bisa lebih cepat tentu lebih baik,” tambahnya.

DISUMPAH: Wali Kota Batu, Nurochman saat melakukan pengambilan sumpah janji Pj Sekda Kota Batu, Eko Suhartono, ia menargetkan bulan puasa ini selter Sekda bisa dibuka. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Timeline tahapan seleksi pun sudah disusun. Mulai dari pembukaan pendaftaran, seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak, hingga assessment kompetensi. “Lebih cepat lebih bagus, karena proses administrasi dari calon-calon itu cukup panjang,” imbuhnya.
Percepatan selter dinilai krusial. Sebab, jabatan Sekda merupakan motor penggerak birokrasi. Sekda tidak hanya bertugas mengoordinasikan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga menjadi penghubung strategis antara kepala daerah dan jajaran birokrasi.
Cak Nur menekankan, figur Sekda ke depan harus memiliki kapasitas manajerial yang kuat, kepemimpinan solid, serta kemampuan mengintegrasikan beragam pemikiran di lingkungan Pemkot Batu. Terlebih, dinamika pemerintahan kerap diwarnai perbedaan sudut pandang antar-OPD.
“Saya butuh figur yang cakap, mampu menyatukan berbagai pemikiran. Sekda harus bisa menerjemahkan dan merealisasikan visi-misi mBatu SAE yang sudah menjadi dokumen legal dan pegangan seluruh jajaran,’ ujarnya.
Visi mBatu SAE sendiri menjadi arah pembangunan Kota Batu lima tahun ke depan. Karena itu, Sekda dituntut mampu mengonversi visi tersebut ke dalam kerja birokrasi yang konkret, efektif, dan terukur.
Terkait peserta seleksi, Cak Nur berharap pejabat internal Pemkot Batu berani mengambil peluang dan berkompetisi secara sehat. Namun, ia menegaskan secara regulasi pihaknya tidak bisa menutup pintu bagi pelamar dari luar daerah.
“Secara aturan kami tidak bisa menolak kalau ada dari luar daerah. Tapi secara teknis, nanti kami konsultasikan dulu melalui Kepala BKPSDM Kota Batu untuk koordinasi dengan BKPSDM Provinsi Jatim, opsi-opsi selternya seperti apa,” jelasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Kota Batu, Eko Suhartono menyatakan siap mengawal penuh proses seleksi terbuka tersebut. Sesuai nomenklatur, tugasnya memang bersifat sementara dengan mandat utama memastikan selter berjalan sesuai regulasi hingga terpilih Sekda definitif.
“Lebih cepat lebih bagus. Karena terus terang saja, keberadaan Sekda definitif sangat dibutuhkan agar roda pemerintahan bisa berjalan lebih optimal,” ujar Eko.
Di luar tugas menyiapkan selter, Eko tetap menjalankan fungsi administratif harian. Mulai dari mengoordinasikan seluruh kepala OPD, memimpin badan anggaran, hingga mengikuti rapat koordinasi bersama pimpinan DPRD, Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Banmus). (Ananto Wibowo)




