MALANG POST – Sekolah Kolese Santo Yusup (Kosayu) Malang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 dengan rangkaian acara bertajuk Odyssey of Light atau Pengembaraan Cahaya.
Perayaan ini merupakan rangkaian panjang sejak Maret 2025 dan puncaknya akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 mendatang.
Rangkaian acara dibuka melalui Pentas Seni di Graha Cakrawala Universitas Merdeka (UM), yang menampilkan kreativitas serta talenta siswa Kosayu Malang.
Selain itu, acara ini juga menghadirkan kilas balik perjalanan sekolah lewat peluncuran film dokumenter sejarah.
Sebagai bentuk refleksi, panitia merilis dua buku tambahan. Pertama, buku refleksi perjalanan 75 tahun yang memuat kisah para guru, karyawan, dan siswa.
Kedua, buku berjudul 50 Tahun Imamat Pater Hilarius. Tak ketinggalan, diterbitkan pula buku kenangan berisi dokumentasi sejarah Kosayu dalam bentuk foto dan narasi.
Mengusung tema “Odyssey of Light – Cahaya yang Dititipkan”, rangkaian peringatan ini telah dimulai sejak 2025 sebagai ungkapan syukur sekaligus refleksi perjalanan pendidikan lintas generasi.
Puncak perayaan HUT ke-75 Kosayu Malang akan terjadi pada 8 Agustus 2026 melalui misa syukur 75 tahun Kolese St. Yusup, misa syukur 50 tahun imamat Romo Hilarius, serta temu kangen alumni lintas angkatan.

Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup, R.P. Agustinus Lie bersama Ketua Panitia 75 Tahun Kolese St. Yusup, Maria Margaretha A.S.P saat diwawancarai di Graha Cakrawala UM (13/2/2026). (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
Sebelum puncak acara, setelah Idul Fitri, akan digelar Hari Pelindung Sekolah, dilanjutkan kegiatan kekeluargaan yayasan pada 7–8 April 2026.
Ketua Rangkaian 75 Tahun Sekolah Hua Ind, Maria Margaretha A.S.P. atau yang akrab disapa Rita, menyatakan peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah merayakan nilai, proses, dan cahaya pendidikan yang terus hidup.
“Rangkaian 75 tahun sudah kami mulai sejak 2025. Kini talenta anak-anak Sekolah Hua Ind tampil sebagai simbol cahaya yang terus berkembang,” ujarnya.
Peringatan ini juga dimanfaatkan untuk mengajak publik menelusuri sejarah panjang Sekolah Hua Ind sejak berdiri. Sejarah dikemas secara ringan, edukatif, dan relevan agar generasi muda memahami akar serta nilai-nilai yang diwariskan.
Ke depan, panitia menyiapkan rencana pembuatan film yang mengangkat perjalanan Sekolah Hua Ind. Film tersebut diharapkan menjadi dokumentasi sekaligus pengingat bahwa cahaya pendidikan lahir dari proses panjang, ketekunan, dan kebersamaan.
Pater Agustinus Lie, Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup, menegaskan bahwa 75 tahun bukan sekadar angka, melainkan penanda konsistensi sekolah dalam mendidik dengan nilai dan karakter.
Mgr. Prof. dr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm, Uskup Keuskupan Malang, pun mengapresiasi peran Sekolah Hua Ind dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, beriman, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Di usia ke-75 tahun, Sekolah Hua Ind dinilai terus melangkah membawa cahaya yang dititipkan—dari masa lalu, dijaga hari ini, dan diteruskan untuk masa depan. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




