DUET: Gustavo Franca (pencetak gol) dan Gabriel Silva (pemberi asis), saat merayakan gol kedua Arema dari 3-0 kemenangan atas Semen Padang. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Hat-trick kemenangan dengan clean sheet, baru bisa dicatatkan Arema FC di pekan ke-21 Super League musim 2025/2026. Yakni saat menjamu Semen Padang, pada Minggu (15/2/2026) kemarin di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Tiga kali kemenangan berturut-turut, diawali saat Arema FC mengalahkan Persijap Jepara, 1-0, di pekan ke-19. Disusul menang tandang, 2-0, kala dijamu Persija Jakarta, di pekan ke-20.
Selain faktor ‘regenerasi’ dan banyaknya pemain baru yang menghiasi starting line up, sukses tersebut tak lepas dari strategi jitu, yang disusun pelatih Marcos Vinicius dos Santos Goncalves.
Pelatih asal Brasil itu, tidak saja bisa meramu formasi campuran antara pemain baru dan lama, juga pemain senior dan junior. Melainkan karena kejelian pemain 46 tahun itu, melihat plus minus tim lawan.
Seperti ketika menjamu Semen Padang, di pekan ke-21 Super League musim 2025/2026, Minggu (15/2/2026) lalu.
Dalam sesi prematch press conference, Marcos Santos menyebut kalau skuad Kabau Sirah memiliki kelebihan dari sisi kecepatan dan akselerasi pemain-pemain barunya cukup baik.
“Kami sudah punya strategi khusus untuk menyikapi kondisi tersebut. Kami benar-benar akan memperhatikan kecepatan pemain-pemain Semen Padang.”
“Mereka jauh berbeda dari tim yang kami kalahkan di putaran pertama lalu. Semen Padang sudah banyak berubah,” sebut Marcos Santos, Sabtu (14/2/2026).
Taktik untuk meredam kecepatan tersebut, ternyata dilakukan Marcos dengan cara menguras habis stamina pemain Semen Padang. Utamanya pada 30 menit pertama laga yang dipimpin wasit Steven Yubel Poli.
Tak heran jika di 30 menit pertama, pertahanan Arema FC benar-benar mendapat tekanan dari Semen Padang. Bahkan tim yang baru kembali ke kasta tertinggi kompetisi di Indonesia di musim 2023/2024 lalu, benar-benar menguasai permainan.
Tetapi karena ketatnya pertahanan Arema FC yang dikawal duet center defender, Hansama Yamu Pranata – Walisson Maia. Didukung Johan Ahmat Farizi – Iksan Lestaluhu di sektor bek sayap, menjadikan banyak peluang berhasil dimentahkan.
Yang tidak kalah penting, adalah cemerlangnya penampilan Adi Satryo di bawah mistar gawang Singo Edan. Seperti saat memblok tendangan keras Guillermo Fernandez Hierro di menit ke-16.
Di babak pertama itu, praktis Arema FC lebih banyak bermain dengan mengandalkan counter attack. Untuk menembus pertahanan Semen Padang, yang justru sering terlihat punya celah. Utamanya di sektor kiri pertahanan.
Hasilnya memang baru terlihat di menit ke-29, ketika Joel Vinicius, berhasil menjebol gawang Rendy Oscario. Bermula dari kegototan Gustavo Franca yang mendapatkan umpan heading Valdeci Moreira.
Berebut bola dengan Jaime Andres Giraldo Ocampo, Franca berhasil memenangkan bola dan menggiring hingga masuk kotak 16, sebelum akhirnya memberikan umpan tarik ke Joel Vinicius, yang berada di depan gawang Semen Padang.
Tanpa kontrol, bola ditendang keras ke pojok gawang. Meski sempat terblok Rendy Oscario, karena bola cukup keras menjadikan laju si kulit bundar tetap masuk ke gawang.
“Kami mempersiapkan tim ini dalam satu minggu terakhir dengan sangat baik. Strategi pertandingan berjalan dengan baik. Detail taktik dipahami dengan sangat baik oleh para pemain,” kata Marcos, saat sesi post match press conference.
Sekali pun harus diakui, melihat penampilan Arema di kandang, tidak terlalu memuaskan banyak pihak. Karena tuan rumah terlihat lebih kalah dominan dalam penguasaan bola dibandingkan tim tamu.
Tetapi siapa menduga, justru dari pola itulah awal mula taktik dan strategi Marcos Santos mulai diterapkan. Membiarkan pertahanannya terus dibombardir, sembari mencari celah yang ditinggalkan Semen Padang saat melakukan serangan.
Hasilnya kembali terlihat di menit ke-51 dan 59. Saat Arema FC menambah pundi-pundi golnya lewat tendangan Gustavo Franca dan brace Joel Vinicius.
Kembali dari sebuah serangan balik, Valdeci yang berhasil merebut bola dari lini tengah, menggiring bola hingga mendekati garis 16. Melihat posisi Gabriel ‘Gabi’ Silva yang agak kosong, bola diumpan ke sesama pemain Brasil tersebut.
Gabi tidak butuh waktu lama bersama-sama bola. Melihat Gustavo Franca mulai mencari ruang di dalam kotak 16, Gabi menyodorkan bola ke mantan pemain Persija. Dengan tendangan plessing, Franca berhasil memperdaya kiper Rendy Oscario. Bola ditempatkan di pojok kanan, yang membuat Rendy mati langkah.
Gol penutup kemenangan 3-0 Arema yang dibuat Joel Vinicius, juga berasal dari serangan balik. Kali ini Valdeci yang berperan memberikan umpan terobosan.
Joel Vinicius yang di putaran pertama memperkuat Borneo FC, berhasil lepas dari jebakan offiside. Hingga langsung head to head dengan kiper. Tendangan kerasnya mengarah di antara kaki dan tangan Rendy Oscario, sebelum menembus ke gawang yang kosong.
“Menjadi sangat penting, ketika kita memiliki tim yang bisa memahami ide pelatih dan siap menjalankannya.”
“Pemain bisa menerima instruksi dengan baik dan mengeksekusinya dengan sangat baik,” tegas pelaih berlisensi Pro Conmebol itu.
Tak heran jika pelatih yang baru melakoni 21 pekan bersama Arema FC ini, memberikan apresiasi khusus untuk pemain Arema. Baik mereka yang bermain penuh, memulai laga dari bangku cadangan sampai pemain pelapis yang belum sempat turun.
Seluruh pemain, katanya, menjadi bangain yang sangat penting dalam perjalana Arema. Termasuk pemain yang belum sempat bermain, tetapi tetap berlatih dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.
“Inilah mentalitas tim pemenang. Mentalitas pemain profesional. Saya ingin berterima kasih kepada para pemain atas dedikasi mereka.”
“Ini adalah pertandingan yang sulit. Semen Padang telah berkembang banyak.”
“Ini adalah hasil yang penting. Tapi komitmen para pemain, komitmen tim, rencana permainan dan strategi pertandingan, menjadi faktor yang sangat menentukan kemenangan,” pungkas Marcos Santos. (Ra Indrata)




