MALANG POST – Langkah cepat kembali ditunjukkan Wali Kota Batu, Nurochman. Di awal 2026, ia kembali melakukan perombakan besar di jajaran birokrasi Pemkot Batu. Sebanyak 137 pejabat resmi dilantik dan diambil sumpahnya di Graha Pancasila Balai Kota Batu, Jumat (13/2/2026) malam.
Pelantikan 137 pejabat itu meliputi pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta kepala sekolah. Prosesi dipimpin langsung oleh Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur itu, diawali pengambilan sumpah oleh rohaniwan, dilanjutkan penandatanganan berita acara dan penyematan tanda jabatan secara simbolis.
Cak Nur menegaskan, bahwa pelantikan kali ini bukan sekadar rotasi rutin. Ini merupakan pelantikan pejabat administrator dan pengawas pertama di masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto.
“Jabatan adalah amanah besar. Saudara semua adalah ujung tombak dalam menjalankan roda pemerintahan dan melayani masyarakat,” tegasnya di hadapan ratusan undangan yang hadir, termasuk Wakil Wali Kota Heli Suyanto, Ketua DPRD Didik Subiyanto, Pj Sekretaris Daerah Eko Suhartono, serta seluruh kepala SKPD.
Menurutnya, keputusan rotasi dan promosi tersebut telah melalui proses evaluasi dan uji kompetensi berbasis sistem merit ASN. Seluruh nama yang dilantik, kata dia, sudah mendapat persetujuan Tim Penilai Kinerja ASN.
“Tidak ada keputusan yang diambil secara sembarangan. Semua melalui evaluasi dan uji kompetensi. Kita ingin memastikan pejabat yang menduduki jabatan strategis adalah pribadi yang berintegritas dan siap bekerja,” ujarnya.

SUMPAH JANJI: Wali Kota Batu Nurochman saat prosesi pelantikan pejabat administrator, pengawas, fungsional serta kepala sekolah di lingkungan Pemkot Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Cak Nur juga menepis anggapan bahwa mutasi jabatan identik dengan kepentingan tertentu. Ia menegaskan, langkah ini bagian dari strategi percepatan mewujudkan visi pembangunan mBatu SAE.
“Ini bukan sekadar rutinitas atau otoritas kepala daerah. Tidak ada kepentingan lain. Transformasi birokrasi adalah agenda bersama untuk mencapai target secara cepat,” tegasnya.
Ia bahkan mengingatkan, dalam birokrasi tidak ada istilah ‘tempat buangan’. Setiap jabatan, menurutnya, adalah ruang pengabdian yang sama pentingnya.
Mulai 2026, Pemkot Batu juga mengoptimalkan penggunaan SIMATA (Sistem Manajemen Talenta) yang dirilis BKN. Sistem ini menjadi instrumen pemetaan kompetensi ASN secara objektif dan menjadi dasar rotasi maupun promosi jabatan.
“Simata menjadi database referensi kami. Tidak ada lagi intervensi atau kepentingan politik. Semua berbasis kinerja dan kompetensi,” imbuhnya.
Para ASN pun diminta proaktif memperbarui data kompetensi, riwayat diklat, hingga penghargaan dalam sistem tersebut agar pengembangan karier lebih transparan dan terukur.
Selain menekankan reformasi birokrasi, Cak Nur juga memberi perhatian khusus kepada 31 kepala sekolah yang dilantik. Ia berharap muncul inovasi untuk mendongkrak mutu pendidikan serta menciptakan lingkungan sekolah yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Sebagai ASN, kita tidak boleh hanya menjalankan rutinitas. Harus ada inovasi dan semangat pelayanan yang tulus,” imbuhnya.

Dalam daftar pejabat yang dilantik, sejumlah posisi strategis yang lama kosong akhirnya terisi definitif. Kursi Kepala BPBD yang sebelumnya dijabat pelaksana tugas kini resmi diisi Suwoko, yang sebelumnya menjabat Sekretaris DPUPR.
Posisi Kepala Bagian Prokopim kini diamanahkan kepada Sasongko Fitra Adhitama, sebelumnya Camat Batu.
Sejumlah rotasi juga terjadi di tingkat kepala bagian. Kepala Bagian Hukum kini dijabat Badrut Taman Widarto, sedangkan Kepala Bagian Kesra diisi Suyanto.
Di jajaran sekretaris perangkat daerah, perubahan cukup signifikan. Sekretaris Dinas Pendidikan kini dijabat RR Maria Inge yang sebelumnya Kepala Bagian Hukum. Sekretaris Dishub diisi Ketut Sri Pujiastutik. Sekretaris Disparta Muhammad Dwiyanto. Sekretaris Diskominfo Gigih Wicaksana. Sekretaris Disperkim Agus Bhaskara.
Kemudian Sekretaris DPUPR Rizaldi. Sekretaris DP3AP2KB Andhang Budhy Harsa. Sekretaris Disnaker Winduati Rohmah. Sekretaris Diskumperindag Nurbianto Puji Mahestoto. Sekretaris BKPSDM Efi Rahyoeningtyas. Sekretaris DPMPTSP Eni Musfirotun. Sekretaris Disperpusip Eugerico Da Cruz Barreto. Sekretaris Dinsos Nindya Dwi Susilo. Hingga Sekretaris Dispendukcapil Musdalifah.
Selain itu juga terdapat pergeseran beberapa lurah, yakni Lurah Temas, Sisir dan Songgokerto. Dengan komposisi baru tersebut, Cak Nur berharap seluruh jajaran bergerak dalam satu frekuensi kerja yang sama.
“Mulai hari ini, birokrasi Kota Batu harus bergerak dalam satu standar kerja dan satu tujuan. Pastikan manfaat visi mBatu SAE dirasakan langsung masyarakat,” pungkasnya.
Perombakan besar di awal tahun ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemkot Batu tengah menata ulang mesin birokrasi. Targetnya jelas pelayanan publik lebih cepat, program lebih terukur dan visi pembangunan tak berhenti di atas kertas. (Ananto Wibowo)




