GABRIEL Silva Costa, winger Arema yang terpilih sebagai playmer of the match di laga Persija vs Arema. (Foto: Instagram Liga1match)
MALANG POST – Dua golnya ke gawang Persija yang dikawal Carlos Eduardo, membuat 56.989 penonton yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) terdiam. Tetapi tidak dengan sekitar 3.500 Aremania yang berada di dalamnya.
Ya. Gol yang dicetak Gabirel ‘Gabi’ Silva Costa, masing-masing menit ke-82 dan 90+11, tidak saja membuat Arema FC unggul 2-0 atas tuan rumah. Tapi juga membalikkan keadaan di laga pekan ke-20, yang berangsung pada Senin (8/2/2026) malam.
Bagaimana tidak, hampir sepanjang laga Persija benar-benar menguasai permainan. Persentasenya bahkan mencapai 72:28 persen. Kiper Arema FC, Adi Satryo sampai harus melakukan puluhan kali save, dengan lima kali save krusial.
Tapi lewat sebuah skema serangan balik yang terukur, Gabi bisa membuktikan kelincahan dan kekuatannya sebagai winger berbahaya.
Didatangkan pada Minggu (15/2/2026), pemain kelahiran Rio de Janeiro itu harus diboyong dari Terengganu FC, Malaysia. Meski dengan status bebas transfer, namun mahar untuk pemain 28 tahun tersebut konon mencapai Rp3,9 miliar.
Melihat penampilan ketiganya bersama Arema FC, tampaknya wajar jika Gabi digadang-gadang bisa menjadi pemain andalan. Bahkan kemampuannya akan banyak dilirik klub-klub besar lainnya.
Kemampuan dribbling dan finishing mematikan, terlihat saat Gabi mencetak gol pertamanya bagi Arema di Super League musim 2025/2026.
Ketika itu di menit 82, dalam sebuah serangan balik, Gabi yang berada di sektor sayap kiri, mendapat umpan dari Johan Ahmat Alfarizi. Bola yang diterima hampir di setengah daerah pertahanan Arema, atau dari area ¾ lapangan dibawa sendiri dengan solo run.
Melewati beberapa pemain Persija, sebelum diselesaikan lewat plessing kaki kiri, menghujam tidak terlalu keras ke gawang Eduardo.
Lalu gol keduanya di menit 90+11, dari hasil bola sapuan Samuel Balinsa yang mengarah tinggi ke titik tengah lapangan. Rizky Ridho yang berada di tengah lapangan, mencoba menghalau bola dengan tandukan. Tetapi Dalberto Luan Belo yang berada tidak jauh dari area tersebut, mencoba duel untuk merebut bola.
Walhasil, duel diudara terjadi antara Rizky Ridho dengan Dalberto. Membuat bola yang ditanduk Rizky Ridho tidak mengarah ke gawang Arema, melainkan justru jatuh ke arah gawang Persija.
Gabi yang datang dari blind side, langsung menggiring bola itu sampai masuk ke kotak 16 Persija. Tiga pemain sekaligus mengurung. Mulai dari Eduardo, Rizky Ridho hingga Van Basty. Tapi kembali plessing Gabi sangat mematikan. Bola itu bisa mengarah di sela-sela kaki dua pemain, sebelum meluncur ke arah tengah gawang.
Tak heran seusai laga, pemain dengan postur 170 cm itu dinobatkan sebagai Player of The Match. Karena dengan dua gol yang dibuat, tidak saja membantu Arema meraih tiga poin. Melainkan juga mengangkat posisi tim di klasemen sementara. Dari peringkat ke-11 menuju ke-9.
“Saya pikir yang paling penting hari ini adalah kemenangan. Anda tahu, kami bekerja keras untuk pertandingan ini.”
“Jadi saya sangat senang dengan gol saya. Tetapi yang paling penting adalah kemenangan tim,” katanya usai pertandingan.
Gabi dengan merendah juga bertutur, pemain yang hanya dikontrak setengah musim ini, memang didatangkan untuk membantu Arema meraih kemenangan.
Apalagi Gabi mengaku gol-gol yang dibuatnya, karena kemampuan, kecepatan dan karakteristik dribbling yang dimilikinya.
“Pelatih mempersiapkan tim dengan cara yang sangat konsisten dan kami membuat permainan untuk mendapatkan kemenangan.”
“Pertandingan itu sendiri terlalu bagus. Saya pikir semua orang bekerja sangat keras dan menandai dalam komitmen mereka. Terima kasih Tuhan, saya bisa menyelesaikan dengan gol dan membantu tim saya,” kata mantan pemain Flamengo U-20 Brasil ini.
Di sisi yang lain, Gabi juga menyadari bahwa karakter bermain dia adalah menyerang, dengan selalu mencari peluang untuk melakukan serangan balik.
Tetapi saat diturunkan melawan Persija, Gabi juga menyadari harus ikut membantu pertahanan Arema yang terkena gempuran. “Dan saya siap untuk itu,” tegasnya. (Ra Indrata)




