LAUTAN BIRU: Seluruh komponen tim Arema FC merayakan kemenangan tandang perdana di putaran kedua, dihadapan ribuan Aremania di Senayan. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Janji pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, untuk memberikan kemenangan di hadapan ribuan Aremania secara langsung, baru terwujud di pekan ke-20 Super League musim 2025/2026.
Saat Arema dijamu Persija Jakarta, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (8/2/2026), kemenangan 2-0 disaksikan langsung 56.989 penonton. Meski tidak ada angka resmi, tapi diprediksi hampir 5.000 Aremania hadir di Senayan.
Laga yang dipimpin Wasit Thoriq Al Katiri itu, menjadi kemenangan Arema yang paling banyak disaksikan Aremania secara langsung. Padahal pertandingan tidak berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Kandang Singo Edan.
Marcos Santos sempat berjanji akan memberikan kemenangan di hadapan Aremania, seusai hattrick kalah di pekan ke-10 pada Minggu (26/10/2025) lalu.
Kala itu selepas kalah 1-3 dari Borneo FC di Stadion Kanjuruhan, dihadapan ratusan Aremania yang menghadang laju bus pemain saat akan meninggalkan stadion, Marcos berjanji akan memberikan kemenangan untuk Aremania.
Tapi baru di pekan ke-17, Arema berhasil kembali menang di Stadion Kanjuruhan. Lawannya Persik Kediri dengan skor 2-1. Tapi penonton yang hadir langsung hanya 2.350 orang.
Baru saat dijamu Persija itulah, Arema benar-benar menang si hadapan ribuan Aremania, yang secara khusus membanjiri Jakarta. Mereka datang menggunakan ratusan bus dan kendaraan pribadi. Ditambah ribuan Aremania yang ada di Batavia.
Tak heran selepas laga, wajah sumringah terus tergambar dari pelatih asal Brasil itu. Apalagi tak sekadar meraih tiga poin, tetapi Arema berhasil membalas kekalahan yang mereka terima justru di Stadion Kanjuruhan.
“Saya sangat bahagia, bisa memberikan kemenangan penting untuk Aremania.”
“Jelas ini sangat luar biasa untuk para pendukung Arema, yang datang jauh-jauh dari Malang,” kata Marcos Santos, dalam post match press conference, Minggu (8/2/2026) malam.
Pelatih 48 tahun itu memang pantas mengungkapkan sukacitanya. Karena dalam laga yang diwarnai empat kartu kuning untuk pemain Arema, skuadra Singo Edan terus berada di bawah tekanan.
Bahkan di menit ke-76, gawang Adi Satryo berhasil dibobol Gustavo Almeida. Meski gol itu dianulir wasit, setelah rekaman VAR menunjukkan Maxwell tertangkap offiside sebelum memberikan umpan kepada Gustavo Almeida.
Tetapi justru enam menit kemudian, Gabriel ‘Gabi’ Silva, berhasil membobol gawang Eduardo. Setelah pemain asal Brasil itu membawa bola dari daerah pertahanan Arema, solo run hingga masuk kotak 16 Persija dan melepaskan tendangan plessing.
Bahkan pemain yang baru bergabung di putaran kedua ini, mencetak brace yang sekaligus menjadi goal kill the game di menit 90+10.
“Saya rasa banyak Aremania yang sangat senang. Saya bangga bekerja di Arema. Membangun kembali sejarah tim ini setelah tragedi (Kanjuruhan) yang pernah terjadi (1/10/2022).”
“Melihat para suporter merayakan kemenangan di sini (SUGBK), itu kebahagiaan yang luar biasa,” kata Marcos.
Pelatih pemegang lisensi Pro Conmebol ini juga mengaku senang, karena bisa menuliskan sejarah indah kemenangan Arema di kandang Persija. Semua itu tak lepas dari dukungan Aremania yang jauh-jauh datang dari penjuru Indonesia.
“Bagi mereka, bagi kami -atas semua yang telah terjadi- ini adalah kelanjutan dari sejarah indah yang dimiliki Arema.”
“Saya ingin menegaskan kembali apa yang dilakukan para suporter kami. Ada banyak orang dari Malang, dan daerah lainnya. Ini luar biasa atmosfer yang mereka ciptakan dalam mendukung tim dari menit pertama hingga menit terakhir,” tegasnya.
Sedangkan secara taktikal, Marcos Santos juga memberikan apresiasi kepada Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan, yang telah menerapkan skema, taktik dan strategi yang sudah dilatihkan, dalam latihan yang singkat untuk menghadapi Persija.
Marcos menegaskan, kemenangan Arema atas Persija ini adalah kemenangan yang sulit. Namun, para penggawa Singo Edan telah memberi pembuktian di lapangan selama 2×45 menit.
“Ini kemenangan yang sulit. Persija tim kuat yang sedang bertarung untuk gelar juara musim ini.”
“Yang paling saya sukai hari ini adalah implementasi taktik para pemain. Bagaimana mereka bersikap dan memahami kerja selama sepekan persiapan,” beber Marcos Santos. (Ra Indrata)




