MALANG POST – Dua gol yang dibuat Gabiel ‘Gabi’ Silva, masing-masing di menit ke-80 dan 90+10, bikin Singo Edan mengaum di Senayan.
Persija Jakarta, dibuat tak berkutik. Kemenangan 2-0 yang diraih Arema, pada pekan ke-20 Super League musim 2025/2026, seakan membalas kekalahan kandang Arema di putaran pertama.
Pada pekan ke-12, Sabtu (8/11/2025) di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Arema justru kalah 1-2. Di laga yang memecahkan rekor jumlah penonton. Yakni 10.314 orang.
Sukses Singo Edan mencuri tiga poin dari Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (8/2/2026) malam, tidak lepas dari keberanian Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, untuk merombak pasukan nyaris total.
Di depan, duet taring Singo baru bisa dipasang berbarengan. Dalberto Luan Belo dan Joel Vinicius. Ditopang Gustavo Franca dan Gabriel Silva.
Di belakang justru terlihat ada formasi baru. Iksan Lestaluhu dan Rio Fahmi mengisi dua sisi bek sayap. Di tengah, duet center back diisi Hansamu Yama Pranata dan Walisson Maia.
Bahkan di tengah, Matheus Blade ditandemkan dengan Betinho Filho, dengan mengistirahatkan Arkhan Fikri.
Formasi terbaru yang tidak lagi ‘mendewakan’ pemain asli Malang itu, terbukti cukup efektif untuk mengimbangi penampilan Persija. Yang semalam juga menurunkan dua mantan pemain Arema. Thales Lira dan Gustavo Almaida.
Bahkan tekanan bertubi-tubi langsung disuguhkan duet striker Arema, yang turun dengan gaya berbeda. Dalberto selalu menyisir dan membuka ruang. Vinicius menjadi target man di tengah.
Tuan rumah sendiri, juga tidak ingin terus ditekan. Skuadra Macan Kemayoran, berkali-kali membahayakan gawang Arema, lewat duet striker mereka, Gustavo Almeida dan Maxwell.
Tetapi penampilan apik Adi Satryo yang menjadi kiper utama, bahkan membuat kiper Lucas Frigeri, tidak dibawa ke Jakarta, menjadikan gawang Arema kembali clean sheet.
Sebenarnya gawang Arema sempat kebobolan di menit 75. Ketika dalam sebuah serangan, tendangan keras Ardhiyasa berhasil di blok Adi Satryo. Bola muntah disambar Maxwell, melaju ke kiri gawang Arema. Gustavo Almeida sudah ada di depan tiang gawang tinggal mencocor bola masuk.
Tapi Wasit Thoriq Al Katiri yang memimpin laga, mendapat call dari ruang VAR. Hasilnya, Maxwell sebelum menyodorkan bola sudah dalam posisi offside. Gol pun langsung dianulir.
Bahkan tidak lama dari kejadian tersebut, Arema justru mampu membalikkan keadaan. Adalah Gabriel Silva yang menjadi pembeda.
Winger lincah asal Brasil itu, membawa bola sendiri dari tengah lapangan. Dengan kecepatan dan kemampuannya melindungi bola, Gabi bisa sampai masuk ke kotak 16. Meski terus ditempel ketat Riski Ridho, Gabi masih bisa mem-plessing bola menggunakan kaki kirinya dan tidak terjangkau kiper Persija.
Bola meluncur tidak terlalu keras, sebelum mengarah ke pojok kiri dekat tiang gawang. Skor 1-0 untuk Arema disambut tangisan Gabriel Silva.
Bahkan pemain yang didatangkan di awal putaran kedua itu, memberikan gol killing the game saat injury time. Tepatnya di menit 90+10, meski tambahan waktu hanya delapan menit.
Dalam sebuah serangan balik, duel di udara antara Dalberto dan Riski Ridho, justru bola memantul ke arah gawang Persija. Gabi yang dalam posisi menunggu, langsung menggiring bola. Head to head dengan kiper Persija, Eduardo.
Tapi kelincahan Gabi dalam mengocek si kulit benar-benar membuat pemain belakang mati kutu. Kembali pemain bernomor punggung 7 itu mampu melepaskan bola plessing dengan kaki kiri, yang membuat Eduardo kembali mati langkah.
Arema pun sukses mengamankan tiga poin penting dari Jakarta. Sekaligus membuat posisinya merangkak naik ke peringkat 8 klasemen sementara. (Ra Indrata)




