MALANG POST – Sambutan alam terhadap defender terbaru Arema FC, Walisson Moreira Farias Maia, benar-benar menghebohkan. Bagaimana tidak, pertama kali datang dan ikut latihan bersama pemain Arema lainnya, Kamis (5/2/2026) sore, hujan teramat deras mengguyur lapangan Dream Football Pitch di Pakis.
Padahal itu adalah hari pertama defender asal Brasil, tiba di Kota Malang. Latihan yang biasanya dilakukan dua jam pun, harus dihentikan setelah hanya berjalan sekitar 30 menit.
Curah hujan yang sangat tinggi, tidak hanya membuat lapangan tergenang air. Tetapi adanya petir, membuat keamanan pemain menjadi terancam.
Kamis malam harinya, pemain 34 tahun itu sempat bertemu wartawan melalui zoom meeting. Lantaran tidak memungkinkan ‘masa perkenalan’ dilakukan ketika Walisson berlatih.
“Meski hanya sebentar, tapi saya sangat senang bisa ikut latihan bersama Arema. Sayang hujan yang sangat hebat, membuat latihan tidak berjalan maksimal,” katanya.
Ketika mulai datang berlatih, Walisson Maia sudah merasakan sambutan yang hangat dari keluarga besar Arema. Jauh melebihi ekspektasinya, ketika pemain Brasil ini sudah bergabung dengan media sosial Arema.
“Para pemain, staf pelatih, semuanya menyambut saya dengan sangat baik.”
“Bahkan sebelum saya tiba, mereka sudah menghubungi saya dan menanyakan apakah saya membutuhkan sesuatu. Ini sangat membantu saya beradaptasi,” imbuh pemain yang berpengalaman di Liga Vietnam dan Liga Kuwait ini.
Pemain yang lahir di Natividade, Brasil, pada 21 Agustus 1991 ini, memiliki tinggi badan sekitar 187 cm. Dikenal dengan karakter permainannya yang mengandalkan kekuatan fisik, kemampuan membaca permainan dengan baik, serta keunggulan dalam duel udara.
Selain nyaman beroperasi sebagai stopper, Walisson Maia juga menunjukkan fleksibilitas untuk mengisi posisi bek kanan, apabila dibutuhkan oleh tim.
“Banyaknya pemain Brasil di klub, juga membuat proses adaptasi saya menjadi sangat terbantu. Menjadi sangat mudah untuk memahami bagaimana karakter tim ini.”
“Apalagi beberapa pemain Brasil, saya sudah tahu bagaimana mereka bermain. Kami pernah sama-sama ada dalam satu kompetisi, meski belum sama-sama dalam satu klub,” tegasnya.
Perjalanan karier profesional Walisson Maia, dimulai di kompetisi Brasil bersama Coritiba FC. Di klub tersebut, ia berkembang pesat sebagai pemain bertahan yang secara rutin mendapatkan menit bermain.
Selama di Coritiba, Maia sempat dipinjamkan ke beberapa klub lain untuk menambah jam terbang dan pengalaman kompetitif.
Tidak hanya berkiprah di Brasil, Walisson Maia juga memiliki pengalaman bermain di kancah internasional, termasuk di Asia Barat dan Asia Tenggara, sebelum akhirnya kembali melanjutkan kariernya di liga domestik Brasil.
Pengalaman lintas kompetisi ini diyakini telah membentuknya menjadi bek yang matang, baik secara taktik maupun mental bertanding.
Dari catatan laman Transfermarkt, sebelum berseragam Arema FC, Walisson Maia malang melintang di sejumlah klub Liga Brasil seperti Coritiba FC, Criciúma, dan Vila Nova SC.
Di Asia, Arema bukan klub pertama Walisson Maia di Asia. Pemain asal Brasil itu tercatat sempat berkarier di kompetisi Kuwait dan Vietnam. Momen tersebut terjadi pada musim 2022 lalu.
Karier pertama Walisson di Asia bermula dengan bergabung bersama klub Kuwait. Dia memperkuat Al-Fahaheel SC pada musim 2021/2022. Sebelumnya dia bermain dengan klub asal Brasil Vila Nova FC.
Setelah dari Kuwait, pemain yang saat ini berusia 34 tahun itu hijrah ke kompetisi Vietnam. Di sana, dia bermain untuk Da Nang FC pada musim 2022/2023.
Lima bulan berlaga untuk klub yang bermarkas di Stadion Hoa Xuan, Walisson lalu kembali ke Brasil memperkuat klub Seri B Criciuma EC pada musim 2023/2024.
“Saya datang ke Arema, karena saya tahu Arema tim besar. Saya tahu Arema punya suporter yang sangat fanatik.”
“Saya ingin membantu Arema untuk bisa kembali ke atas. Saya akan mengerahkan seluruh kemampuan saya, untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Arema,” katanya yang diterjemahkan Claudio de Jesus, asisten pelatih Arema. (Ra Indrata)




