MALANG POST – Komitmen Pemkot Batu dalam memperkuat ekonomi desa terus ditunjukkan. Hingga awal Februari 2026, sebanyak 15 dari 24 desa dan kelurahan di Kota Batu telah merealisasikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Artinya, lebih dari separuh wilayah telah bergerak menjalankan salah satu Program Strategis Nasional yang digagas pemerintah pusat.
Capaian tersebut disampaikan Wali Kota Batu Nurochman saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gerai KDMP Desa Beji, Kecamatan Junrejo. Menurutnya, progres KDMP di Kota Batu berjalan relatif merata dan selaras dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa.
Namun demikian, Cak Nur sapaan Nurochman mengingatkan agar kehadiran KDMP tidak justru menjadi ancaman bagi pelaku usaha lokal yang telah lebih dulu tumbuh. Ia menegaskan, koperasi harus ditempatkan sebagai penguat ekosistem ekonomi desa, bukan pesaing yang mematikan usaha warga.
“Koperasi ini harus memperkuat ekonomi desa, bukan mematikan usaha masyarakat. Karena itu, pengelolaannya harus direncanakan secara matang, profesional dan berbasis pemetaan potensi lokal,” tegas Cak Nur, Kamis (5/2/2026).
Ia menilai, keberhasilan KDMP sangat ditentukan oleh tata kelola yang terukur serta kemampuan pengurus membaca kondisi riil desa. Usaha warga yang telah berjalan harus dijadikan mitra, bukan ditinggalkan apalagi disingkirkan.
Dalam pengelolaannya, Cak Nur juga mendorong pelibatan generasi muda agar KDMP mampu beradaptasi dengan sistem manajemen modern berbasis teknologi. Di sisi lain, para tokoh dan senior desa diharapkan berperan sebagai pendamping untuk menjaga nilai kebersamaan dan kearifan lokal tetap hidup dalam koperasi.
Ke depan, KDMP di Kota Batu diarahkan menjadi simpul distribusi strategis, mulai dari bahan pokok, pupuk, hingga hasil pertanian dan peternakan. Bahkan, koperasi ini diproyeksikan bersinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar produk petani dan peternak lokal dapat terserap secara optimal.

PONDASI PERTAMA: Wali Kota Batu, Nurochman saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan KDMP Beji. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Senada, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto menegaskan bahwa KDMP merupakan (PSN) yang mendapat perhatian khusus dari Presiden RI. Karena itu, percepatan pembangunan khususnya di wilayah Pulau Jawa menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki sistem distribusi bahan pokok dan hasil pertanian.
‘KDMP ini dihadirkan untuk kepentingan masyarakat. Pengelolaannya harus benar-benar berpihak pada kesejahteraan petani. Tujuannya jelas, memotong rantai distribusi agar pupuk dan kebutuhan pokok bisa diakses lebih mudah dan terjangkau,” ujarnya.
Selama ini, petani kerap dihadapkan pada persoalan klasik, mulai dari kelangkaan pupuk hingga lonjakan harga bahan pokok menjelang hari besar. Dengan hadirnya KDMP, persoalan tersebut diharapkan bisa ditekan secara signifikan.
Dalam operasionalnya, KDMP akan berkolaborasi dengan BUMN, khususnya dalam penyediaan pupuk, serta terintegrasi dengan berbagai program pendukung pemerintah lainnya.
Tak berhenti di situ, Pemkot Batu juga menyiapkan rencana pembangunan laboratorium pertanian di kawasan KDMP Desa Sumberbrantas. Fasilitas tersebut akan difungsikan untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan desa, terutama sektor sayuran yang selama ini menjadi kekuatan utama wilayah tersebut.
“Melalui langkah ini, kami berharap KDMP tidak hanya menjadi bangunan fisik semata, tetapi benar-benar hadir sebagai instrumen penggerak ekonomi desa yang adil, berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




