MALANG POST – Sesuai prediksi semula, kontrak Odivan Koerich -bek tengah asal Brasil- yang diputus pada Rabu (4/2/2025) kemarin, membuka pintu masuknya pemain asing baru.
Secara resmi, Kamis (5/2/2026), Arema FC memperkenalkan pemain asing baru. Walisson Moreira Farias Maia. Bek tengah asal Brasil tersebut, direkrut untuk memperkuat komposisi skuad Singo Edan, khususnya disektor center back.
Manajemen Arema FC memang harus bergerak cepat di sisa masa transfer kompetisi musim ini. Apalagi sudah banyak pemain asing di posisi defender, yang meninggalkan tim dengan berbagai alasan.
Seperti Yan Motta Pinto dan Odivan Koerich, yang kontraknya diputus sebelum masanya berakhir. Ditambah bek andalan Luiz Gustavo, yang harus mengakhiri kompetisi lebih dini, gara-gara cedera ACL yang mengharuskannya kembali ke Brasil untuk proses pengobatan.
Praktis di sektor defender, Arema tidak lagi punya pemain yang benar-benar spesialisasinya di pertahanan. Meski Julian Guevara, Betinho Filho dan Matheus Blade, masih bisa diubah menjadi defender.
Masuknya Walisson Maia, merupakan bagian dari langkah strategis manajemen, setelah melalui proses evaluasi menyeluruh bersama jajaran tim pelatih.
Kehadiran pemain 34 tahun itu, diharapkan mampu menambah soliditas dan kedalaman lini belakang Arema FC, dalam menghadapi lanjutan kompetisi.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan, keputusan mendatangkan Walisson Maia, didasarkan pada kebutuhan tim yang cukup mendesak di sektor pertahanan.
“Setelah melalui proses evaluasi bersama tim pelatih, kami menilai bahwa lini belakang membutuhkan tambahan pemain dengan karakter dan pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan tim, pada sisa kompetisi musim ini,” ujar Inal, panggilan akrab General Manager Arema ini.
Lebih lanjut, Inal menyampaikan, manajemen optimistis Maia dapat memberikan kontribusi positif bagi tim.
“Kami berharap Walisson Maia dapat cepat beradaptasi dengan lingkungan tim dan kompetisi.”
“Dengan kualitas yang dimilikinya, kami yakin ia dapat membantu meningkatkan performa dan kestabilan pertahanan Arema FC,” tambahnya.
Dengan bergabungnya Walisson Moreira Farias Maia, Arema FC sudah melengkapi kuota 11 pemain asing di kompetisi Super League 2025/2026 dan berharap dapat tampil lebih konsisten dan kompetitif, dalam menghadapi laga-laga penting ke depan, sekaligus dapat memenuhi target.
Di sepanjang 19 laga yang sudah dijalani Singo Edan, lini belakang memang menjadi sorotan tajam. Bagaimana tidak, dalam 19 kali laga sudah 25 kali gawang Arema kebobolan. Bahkan lebih banyak dari jumlah gol yang dilesakkan pemain.
Komposisi center defender, juga menjadi sektor yang selalu berubah di setiap laga. Hanya satu pemain yang selalu tampil penuh dalam 17 laga di putaran pertama. Yakni Luiz Gustavo. Tandemnya yang selalu berubah.
Mulai dari Anwar Rifai, Yann Motta atau Odivan Koerich. Tidak jarang Julian Guevara, Betinho Filho dan Matheus Blade yang dipaksa menjadi tandem Luiz Gustavo.
Sayangnya belum ada tandem yang benar-benar pakem. Hingga membuat gawang Arema selalu kebobolan. Hanya dua kali clean sheet dari 19 kali laga. Itu pun keduanya saat Arema bertemu tim papan bawah, Persijap Jepara.
Masuknya Walisson Maia, membuat komposisi lini belakang Arema makin bervariasi. Apalagi ditambah masuknya Hansamu Yama Pranata, yang dipinjam dari Persija. (Ra Indrata)




