MALANG POST – Ilham Rio Fahmi. Pemain 24 tahun kelahiran Banjarnegara ini, tidak salah berlabuh ke Arema FC. Setelah dipinjam dari Persija usai pekan ke-18 Super League musim 2025/2026.
Bagaimana tidak, hanya punya waktu dua hari untuk adaptasi dengan Arema, bek kanan ini langsung diturunkan penuh saat Arema menjamu Persijap Jepara.
Bahkan satu gol yang dilesakkan Hansamu Yama Pranata, juga dari hasil tendangan kerasnya dari luar kotak penalti, yang dibelokkan Hansamu.
Sepanjang laga, pemain dengan nilai pasar Rp5,2 miliar tersebut, melakukan empat kali create chance, enam kali clearance, empat kali ball recovery dan 45 kali passing.
Tak heran seusai laga, Rio Fahmi dinobatkan sebagai man of the match. Gelar pertama yang diperoleh di musim ini.
Keberadaannya bersama Hansamu Yama dalam skuad Singo Edan, juga langsung memberikan warna yang berbeda. Utamanya di sisi pertahanan Arema. Hansamu yang di posisikan sebagai bek tengah, terus berkolaborasi dengan Rio Fahmi yang ada di sisi bek sayap kanan.
Chemistry yang sudah terbangun kedua pemain sejak dari Persija, mampu dikolaborasikan dengan pemain-pemain Arema lainnya.
Padahal ketika itu, kondisi fisik Rio Fahmi belum 100 persen. Karena di pekan ke-19 tersebut, jebolan Persija U-20 ini, sudah bermain untuk dua tim berbeda.
Pertama pada Jumat (30/1/2026), Rio Fahmi masih membantu Persija unggul 2-0 atas Persita Tangerang. Tapi pada Senin (2/2/2026), pemain yang sudah turun 16 kali sepanjang putaran pertama bersama Persija, langsung tampil berkostum Arema.
Mungkin baru pertama kali dalam sejarah Super League, seorang pemain bisa tampil dua kali dalam satu pekan, bersama dua tim yang berbeda.
“Alhamdulilah kali ini Arema dapat tiga poin penting di kandang.”
“Kemenangan ini, buat bekal ke depannya agar terus bisa mendapatkan tiga poin berikutnya,” ujar pemain yang sempat membela Timnas Indonesia di kelompok usia ini.
Meski demikian, Rio Fahmi masih merendah. Sukses yang didapatkan dalam debutnya bersama Arema, langsung di bawah tatapan Aremania di kandang Stadion Kanjuruhan, adalah sukses tim.
“Tentunya semua itu berkat tim, pemain, ofisial dan pelatih, serta dukungan Aremania sehingga kita dapat tiga poin hari ini,” tandasnya.
Pemain dengan 18 cap bersama Timnas U-23 dan U-22 Indonesia ini juga merasa bersyukur karena didatangkan ke Arema, satu paket dengan Yansamu Yama.
Kondisi tersebut memudahkannya untuk cepat beradaptasi dengan pemain Arema FC lainnya. Serta sudah memiliki pemahaman yang sama terhadap sebuah pertandingan.
“Terjadinya gol tadi tentunya karena beruntung juga. Saya melihat ruang kosong, saya penetrasi dan mencoba untuk shooting.”
“Berkat chemistry saya dengan Hansamu, jadi bola berbelok ke gawang dan alhamdulillah jadi gol,”
“Jujur memang, saya sengaja mencoba shooting ke gawang agar bisa menciptakan peluang dan alhamdulillah sudah menjadi rejeki kita dan bisa menjadi gol,” tegasnya.
Terkait proses adaptasi yang hanya dua hari di Malang, Rio Fahmi menyebut tidak mendapatkan kendala yang berarti. Terlebih-lebih tim Arema FC memberikan dukungan penuh kepada pemain yang memiliki 801 menit bermain bersama Persija, sepanjang 16 laga.
“Ketika tim pelatih mempercayai saya untuk bermain langsung, saya harus mengerahkan semua kemampuan terbaik saya.”
“Saya berusaha beradaptasi langsung dengan rekan-rekan dan tim. Kebetulan pemain dan ofisial tim welcome kepada saya, meski pemain baru dan saya happy menjalani debut di Arema hari ini,” tegas yang memiliki kontrak hingga 2028 bersama Persija ini. (Ra Indrata)




