MALANG POST – Operasi Keselamatan Semeru 2026 benar-benar dimanfaatkan Polres Batu untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Selasa (3/2/2026), Satgas Gakkum Ops Keselamatan Semeru 2026 menggelar uji kelaikan jalan (ramp check) terhadap angkutan umum, travel, hingga bus pariwisata di Terminal Batu.
Kegiatan ini dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim, selaku Kasatgas Gakkum Ops Keselamatan Semeru 2026. Ramp check dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus penegakan hukum untuk memastikan kendaraan dan awak angkutan benar-benar siap beroperasi di jalan raya.
Tak sendirian, Polres Batu menggandeng lintas instansi dalam pelaksanaan ramp check tersebut. Mulai dari Satgas Preemtif Ops Keselamatan Semeru 2026, UPT LLAJ Malang, Dinas Perhubungan Kota Batu, BNN Kota Batu, hingga Dinas Kesehatan Kota Batu.
“Sinergi ini dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan diperiksa secara menyeluruh, baik dari sisi teknis kendaraan maupun kondisi fisik pengemudi,” tutur Kevin.

RAMP CHECK: Satlantas Polres Batu bersama petugas gabungan saat melakukan ramp check ops Keselamatan Semeru di Terminal Kota Batu, hasilnya sebanyak lima bus dilakukan tilang. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dalam pemeriksaan itu, petugas mengecek kelaikan kendaraan, kelengkapan administrasi, surat-surat kendaraan, serta kondisi pengemudi. Awak angkutan umum juga mendapatkan layanan tes kesehatan gratis, sekaligus edukasi dan imbauan keselamatan berlalu lintas.
Hasilnya, dari total 10 unit bus pariwisata yang diperiksa, sebanyak delapan unit dinyatakan laik jalan. Namun demikian, petugas juga menemukan sejumlah pelanggaran. Sebanyak empat unit bus diberikan peringatan, sementara lima unit lainnya harus dikenai tindakan tilang akibat pelanggaran teknis maupun administrasi.
“Selain itu, terdapat tiga unit bus yang dinyatakan laik jalan dengan catatan untuk segera melengkapi kekurangan tertentu,” tambah Kevin.
Tak hanya bus pariwisata, ramp check juga menyasar dua unit micro bus dan lima unit angkutan barang. Untuk micro bus, satu unit dinyatakan laik jalan dan satu unit laik jalan dengan catatan.
Sementara seluruh angkutan barang dinyatakan laik jalan, meski petugas menemukan sejumlah pelanggaran seperti KPS mati, KPS dalam proses, uji KIR mati, kelebihan muatan (overseat), hingga kondisi pintu darurat yang terhalang.
Kevin menegaskan, ramp check ini merupakan bagian penting dari upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Kegiatan ramp check ini bertujuan memastikan kendaraan angkutan umum benar-benar dalam kondisi laik jalan dan pengemudinya sehat serta siap beroperasi. Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama. Setiap pelanggaran yang berpotensi membahayakan akan kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak semata-mata bersifat penindakan, tetapi juga edukasi bagi para pengemudi dan pemilik kendaraan. Harapannya, kesadaran untuk selalu mengutamakan keselamatan bisa tumbuh dari diri masing-masing.
“Kami mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum agar mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi administrasi kendaraan, serta menjaga kondisi fisik saat berkendara. Dengan kepatuhan bersama, lalu lintas yang aman, tertib dan berkeselamatan dapat terwujud,” tuturnya.
Melalui ramp check terpadu ini, Polres Batu berharap Operasi Keselamatan Semeru 2026 dapat berjalan optimal, sebagai langkah awal cipta kondisi menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, sekaligus meningkatkan kesadaran semua pihak akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. (Ananto Wibowo)




