CERIA: Pemain-pemain Arema secara bersama-sama merayakan gol yang dicetak Hansamu Yama, saat mengalahkan Persijap 1-0 di pekan ke-19 di Stadion Kanjuruhan. (Foto: Arema official)
MALANG POST – Arema FC tampaknya harus berterimakasih kepada Persija. Dua pemain pinjamannya, Ilham Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata, menjadi penentu sukses Arema mempertahankan poin kandang.
Tidak itu saja, keunggulan 1-0 atas Persijap di pekan ke-19 Super League musim 2025/2026 ini, menjadi clean sheet kedua sepanjang 19 laga.
Yang menarik, laga tanpa kebobolan yang didapatkan Arema yang pertama, juga saat menghadapi Persijap Jepara. Yakni di pekan ke-4 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara pada Sabtu (30/8/2025) lalu. Skor akhir laga 0-0.
Di kedua laga itu pula, Arema sama-sama tidak diperkuat striker utama, Dalberto Luan Belo. Saat main di Jepara, striker Brasil itu absen karena sedang berada di Brasil. Senin (2/2/2026) sore, pencetak 10 gol Arema itu terkena akumulasi kartu kuning.
Arema benar-benar beruntung, dalam kondisi tersebut langsung bisa memainkan tiga pemain barunya. Padahal mereka baru saja bergabung. Joel bergabung Rabu (28/1/2026), sedang Rio dan Yansamu baru Sabtu (31/1/2026).
Bahkan ketiganya berperan besar atas kemenangan ke-6 Arema sepanjang 19 laga. Lewat satu-satunya gol yang dicetak di Stadion Kanjuruhan, di bawah tatapan 1.068 penonton.
Di menit ke-36, Rio Fahmi yang mendapatkan bola muntah dari sapuan pemain Persijap, menggiring bola mendekati garis 16. Sekitar 10 meter sebelum garis, Rio yang bebas tanpa kawalan, melepaskan tendangan keras.
Mengarah ke tengah, ada Hansamu Yama yang membelokkan laju bola, hingga mengecoh kiper Persijap, Sendri Johansah.
Meski sempat terkena tepisan tangan kanan, tetapi laju bola yang sangat keras, tidak mampu memblok si kulit bundar. Bola pun tetap mengarah ke pojok gawang tanpa dicegah.
Hansamu pun mencatatnya namanya di papan skor untuk gol pertamanya bagi Arema.
Tidak itu saja, Hansamu juga terpilih sebagai kapten tim ketiga di laga tersebut. Awal laga, Arkhan Fikri yang jadi kapten. Menit ke-72, Arkhan ditarik keluar, ban kapten dikembalikan ke Johan Ahmat Farizi.
Tapi pemain bernomor punggung 87 itu tidak lama jadi kapten. Menit ke-82, John Farizi ditarik keluar. Ban kapten pun langsung diserahkan kepada Hansamu Yama Pranata.
Sedangkan di akhir laga, Rio Fahmi terpilih sebagai man of the match. Penampilan cemerlang pemain 25 tahun itu saat mengawal sektor sayap kanan, membuat I.League memilihnya menjadi pemain terbaik.
Untuk Joel Vinicius, sekalipun tidak mencetak gol, namun mantan pemain Borneo FC itu sangat merepotkan barisan pertahanan Persijap. Beberapa kali pemain 32 tahun itu sukses menciptakan peluang. Meski selalu berhasil dimentahkan kiper Persijap.
“Kami tahu masalahnya. Kami tidak harus bermain dengan baik. Cukup kami bisa memenangkan pertandingan.”
“Semua yang masuk ke pertandingan hari ini (Senin, 2/2/2026), baik yang masuk sejak awal atau jadi pemain pengganti, mereka bermain sangat baik. Mereka bisa berkolaborasi dengan baik untuk bisa menciptakan kemenangan,” kata Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, dalam post match press conference, Senin (2/2/2026).
Pun terhadap dua pemain asal Persija, Rio Fahmi dan Yansamu Yama Pranata, Marcos melihat keduanya sangat profesional.
Meski hanya berlatih sehari bersama Arema, tetapi keduanya bisa langsung tune in dengan pemain-pemain Arema lainnya. (Ra Indrata)




