MALANG POST – Keberadaan Sekolah Rakyat di Kota Batu diharapkan menjadi ruang aman bagi anak-anak dari beragam latar belakang untuk tumbuh dan belajar. Karena itu, Wali Kota Batu, Nurochman mewanti-wanti agar tidak ada praktik perundungan (bullying) di lingkungan sekolah, khususnya sekolah berasrama.
Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Cak Nur sapaan Nurochman saat bertemu dengan 186 siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu dalam kegiatan Sapa Warga Sapa Mbatu yang digelar di Graha Pancasila, Kota Batu, kemarin.
Cak Nur menegaskan, sekolah bukan tempat adu kekuatan maupun ajang senioritas. Sebaliknya, sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik.
“Sekolah, apalagi yang berbasis asrama, harus menjadi tempat yang membuat anak-anak merasa tenang dan nyaman. Tidak boleh ada bullying, baik fisik maupun verbal. Tolak semua bentuk perundungan, baik kepada teman sekelas maupun sesama penghuni asrama,” tegasnya.
Menurut Cak Nur, karakter pemimpin masa depan tidak lahir dari tindakan menindas, melainkan dari disiplin, kerja keras dan sikap saling menghargai. Ia meminta para siswa fokus menimba ilmu tanpa rasa takut akibat tekanan teman sebaya ataupun budaya senioritas yang keliru.
“Tidak ada pemimpin hebat yang lahir dari kebiasaan menindas. Yang membentuk karakter itu disiplin, kesungguhan dan saling menghormati,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Nur juga berbagi pengalaman pribadinya sebagai anak petani yang mampu meraih prestasi melalui kerja keras dan ketekunan. Cerita itu ia sampaikan untuk memotivasi para siswa agar memiliki rasa percaya diri, tanpa harus merasa lebih hebat dengan cara-cara kekerasan.
“Prestasi tidak datang dengan instan. Tidak akan ada prestasi tanpa disiplin dan kesungguhan. Sekolah Rakyat ini harus benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang belajar dan pembentukan karakter,” imbuhnya.

TEMU SISWA: Wali Kota Batu, Nurochman saat menemui ratusan siswa Sekolah Rakyat Kota Batu dalam kegiata Sapa Warga Sapa Mbatu. (Foto: Ananto Wibowo)
Tak hanya memberi motivasi, Wali Kota Batu juga memperkenalkan Program 1.000 Sarjana Kota Batu kepada para siswa. Program tersebut menjadi komitmen pemerintah daerah untuk memastikan anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu tidak perlu khawatir. Pemkot Batu akan hadir dan memastikan dukungan pembiayaan pendidikan sampai perguruan tinggi,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme peserta, seluruh siswa SRMP 14 Kota Batu yang hadir mendapatkan tiket wisata. Sementara itu, 20 siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dari Wali Kota mendapatkan hadiah berupa kaos.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Lilik Fariha turut mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekolah yang sehat dan kondusif. Ia meminta para siswa menghindari konflik yang tidak produktif dan lebih fokus pada pengembangan diri.
“Perlu kesadaran kolektif dari seluruh siswa untuk menghapus praktik perundungan, terutama di lingkungan asrama. Ini penting agar pendidikan berjalan dengan baik dan anak-anak bisa berkembang secara optimal,” ujarnya.
Lilik menegaskan, Pemkot Batu akan terus memantau perkembangan peserta didik di Sekolah Rakyat, sebagai bentuk komitmen menjaga keberlangsungan pendidikan mereka.
Sebagai informasi, Program Sapa Warga Sapa Mbatu merupakan agenda rutin bulanan Sekolah Rakyat. Kegiatan ini menjadi sarana publikasi sekolah sekaligus media pengenalan lingkungan pemerintahan kepada para peserta didik. (Ananto Wibowo)




