MALANG POST – Kekosongan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu perlahan mulai menemukan titik terang. Pemkot Batu resmi mengajukan satu nama sebagai Penjabat (Pj) Sekda menyusul pergeseran Zadim Efisiensi ke jabatan Asisten Administrasi Umum Setda Kota Batu.
Nama yang diusulkan adalah Eko Suhartono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Batu. Saat ini, pengajuan tersebut masih menunggu persetujuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sambil menanti turunnya rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, roda birokrasi Pemkot Batu untuk sementara dikendalikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Sekda, Eny Rachyuningsih. Eny juga menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Batu.
Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto membenarkan bahwa Pemkot hanya mengusulkan satu nama calon Pj Sekda kepada gubernur. Menurutnya, langkah tersebut sudah sesuai dengan mekanisme dan prosedur administrasi yang berlaku.
“Pengusulan Pj Sekda ini bagian dari tahapan administratif untuk mengisi kekosongan jabatan strategis. Saat ini kami masih menunggu jawaban dari Pemprov Jawa Timur,” kata Heli, Minggu (1/2/2026).
Sebelumnya, nama Eny Rachyuningsih sempat mengemuka sebagai salah satu kandidat Pj Sekda. Namun opsi itu akhirnya gugur. Pertimbangannya, masa purna tugas Eny dinilai sudah terlalu dekat, sehingga kurang ideal untuk memimpin masa transisi yang cukup krusial.
Dengan status sebagai calon tunggal, peluang Eko Suhartono untuk menduduki kursi Pj Sekda dinilai cukup besar. Meski demikian, Heli belum dapat memastikan kapan penetapan resmi akan dilakukan. Semua masih bergantung pada keluarnya rekomendasi dari gubernur.

SERTIJAB: Wali Kota Batu Nurochman saat memimpim Sertijab beberapa waktu lalu, saat ini untuk kursi calon Pj Sekda tinggal menunggu restu Gubernur Jatim. (Foto: Ananto/Malang Post)
Yang jelas, Pemkot Batu menargetkan pengisian jabatan Sekda definitif bisa rampung dalam waktu maksimal tiga bulan. Penunjukan Pj Sekda hanya bersifat sementara, untuk menjembatani proses menuju seleksi terbuka (open bidding) Sekda definitif.
Jika persetujuan gubernur turun dalam waktu dekat, pelantikan Pj Sekda dipastikan akan segera dilakukan. Pemkot Batu tak ingin jabatan tertinggi dalam struktur birokrasi ASN daerah itu dibiarkan kosong terlalu lama. Pasalnya, Sekda memegang peran strategis sebagai koordinator utama administrasi pemerintahan sekaligus pengendali kebijakan kepala daerah.
Sebagai informasi, Pj Sekda nantinya akan memimpin masa transisi menuju seleksi terbuka Sekda definitif. Proses tersebut akan dilakukan secara ketat dan profesional, dengan menitikberatkan pada penilaian kinerja, kapasitas teknis, serta rekam jejak kepemimpinan birokrasi.
Sebelumnya, Wali Kota Batu Nurochman juga menegaskan pentingnya percepatan pengisian jabatan Sekda. Ia menilai keberadaan Sekda definitif sangat krusial bagi stabilitas dan efektivitas jalannya pemerintahan.
Menurutnya, tugas utama Plh Sekda adalah mengusulkan nama calon Pj Sekda kepada pemerintah provinsi. Setelah itu, Pj Sekda akan memegang kendali proses seleksi terbuka untuk memilih Sekda definitif.
“Plh Sekda punya tugas penting. Dia harus mengusulkan nama Pj Sekda. Setelah itu, Pj Sekda membuka ruang seleksi terbuka untuk Sekda definitif,” jelas Nurochman.
Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menargetkan seluruh tahapan seleksi terbuka dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari tiga bulan. Ia mengibaratkan posisi Sekda sebagai dirigen dalam sebuah orkestra birokrasi.
“Kalau bisa sebelum tiga bulan sudah selesai. Karena Sekda itu ibarat konduktor, dirigen yang mengoordinasikan seluruh perangkat daerah. Jadi harus segera ada Sekda definitif,” tandasnya. (Ananto Wibowo)




