MALANG POST – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berisiko menimbulkan bencana hidrometeorologi di Jawa Timur pada periode 1–10 Februari 2026.
Cuaca hujan sedang hingga lebat disertai petir, angin kencang, serta potensi banjir, tanah longsor, dan banjir bandang diperkirakan masih bisa terjadi di sejumlah wilayah.
Peringatan dini BMKG menjelaskan hampir seluruh Jawa Timur berada dalam musim hujan, dengan beberapa daerah sudah memasuki puncak musim hujan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi meliputi aktivitas Monsun Asia, dinamika gelombang atmosfer Low Frequency, Rossby, Kelvin, serta suhu muka laut di sekitar Selat Madura.
Pola musim hujan 2025/2026 menunjukkan variasi regional. Beberapa wilayah barat Indonesia mengalami puncak lebih awal, sementara wilayah selatan dan timur (termasuk Jawa bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, Maluku, hingga Papua) masih berada pada puncak Januari–Februari 2026.
Secara nasional, sekitar 33,6 persen wilayah Indonesia mengalami puncak hujan pada November–Desember 2025, sementara puncaknya meluas ke area selatan dan timur pada Januari–Februari 2026.
Pentingnya kesiapsiagaan disebabkan dua hal sebagai berikut. Pertama potensi hujan lebat bisa berlanjut beberapa bulan setelah puncak Desember 2025–Januari 2026. Kedua, intensitas curah hujan umumnya normal, namun durasi yang panjang meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor, terutama di daerah rawan.
Maka BMKG memberikan imbauan, agar warga tetap waspada terhadap dinamika cuaca di awal Februari 2026 dan mengikuti pembaruan resmi. Rencanakan aktivitas dan perjalanan dengan mempertimbangkan potensi gangguan cuaca.
Berikutnya, sediakan bahan kebutuhan darurat, khususnya bagi wilayah rawan banjir dan tanah longsor. Selalu cek update cuaca harian dari BMKG dan ikuti arahan pemerintah setempat saat terjadi hujan lebat.
Kata kunci bagi pemerintah setempat, Staf Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Maksum Purwanto, mengingatkan. Dalam 10 hari ke depan potensi bencana hidrometeorologi dapat meningkat pada periode 1–10 Februari 2026.
BMKG Juanda menekankan perlunya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak. Terutama di wilayah bertopografi curam, bergunung, atau bertebing. Pihak berwenang juga menyerukan kesiapsiagaan bersama untuk menghadapi musim hujan yang panjang.
Tetap update dan waspada menjaga keselamatan keluarga serta lingkungan sekitar. Untuk informasi resmi, pantau rilis BMKG dan pengumuman pemerintah setempat. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




