Kreasi video animasi tentang Kiai Ahmad Dahlan, saat mengaji bab wudhu bersama tiga santrinya di serambi Langgar Kidul Kauman Yogyakarta. Animasi ini dibuat LSBO PDM Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Gambar animasi kini tak lagi identik dengan dunia hiburan permainan online anak-anak. Dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan artifisial, animasi kini hadir lebih menarik untuk dinikmati.
Melalui perangkat gawai, animasi AI mudah ditemukan dalam konten aplikasi media sosial. Gambar visualnya yang lucu dan tidak kaku, kini mulai banyak dimanfaatkan sarana edukasi secara lebih luas.
Animasi AI banyak berseliweran di medsos terutama menyusul bencana banjir yang menerjang Aceh dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Konten animasi AI yang muncul mengupas dampak penggundulan hutan, yang kemudian diubah menjadi lahan sawit.
Dalam konten animasi itu, dijelaskan detil dampak ekologis kebun sawit, dibandingkan dengan pepohonan berakar kuat yang biasa tumbuh lestari di kawasan hutan.
Pesan dalam konten animasi AI melalui medsos semakin kuat, ketika dibuat sebagai ilustrasi sesuai topik dilengkapi dengan narasi penjelasannya.
Dalam perkembangannya, visual video animasi AI juga sering muncul sebagai penguat literatur atau narasi yang menceritakan sejarah. Termasuk, cerita sejarah era kerajaan atau cerita asal usul daerah.

Dimana, dalam konten ini juga ditampilkan mulai peta wilayah asal usul, dengan ilustrasi kehidupan orang jaman dulu hingga perubahan dan perkembangannya sampai saat ini.
Animasi AI statis yang hanya berupa gambar juga tetap menarik, menjadi alternatif ilustrasi visual sebuah cerita. Bahkan, untuk konten yang sifatnya produk jurnalistik, kini juga mulai ikut-ikutan mencoba ilustrasi artistik ini.
Santoko (46) misalnya, bersama pegiat Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Muhammadiyah Kabupaten Malang, adalah contoh illustrator yang sudah mencoba utak-atik animasi AI ini.
Ia kini memulai mendesain video animasi tentai Kiai Ahmad Dahlan, ulama pendiri Persyarikatan Muhammadiyah. Salah satunya, bercerita tentang saat Yai Dahlan mengajarkan sejumlah santrinya mengaji bab wudlu.
Dalam konten video animasi Cak Santoko, menggambarkan Kiai Ahmad Dahlan bersama tiga santri: Fakhrudin, Hisyam dan Syujak di teras musala Langgar Kidul Kauman Yogyakarta.
“AI dalam kreasi animasi atau dalam berbagai konten digital hari sangat mudah dilakukan, diakses dan dimanfaatkan. Pun, ketika diadopsi untuk konten informasi dan siar dakwah Muhammadiyah,” terang Santoko, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, konten digital dan informasi itu tidak sekadar seperti papan pengumuman atau mading kegiatan organisasi. Lebih dari itu, konten animasi bisa menjadi sumber informasi, pesan dakwah sekaligus hiburan bagi khalayak atau netizen, yang punya beragam karakter dan latar belakang.
Melalui kreasi animasi AI, ia berharap LSBO Muhammadiyah bisa berkontribusi secara aktif, massif dan positif di dunia maya. (Ra Indrata)




