MALANG POST – Pemkot Batu tak ingin sekadar menjadi penonton dalam arus besar investasi nasional. Upaya itu ditegaskan langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, usai menghadiri Investor Daily Round Table yang digelar Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BP Danantara), di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Jakarta, kemarin.
Forum bertema “Menggerakkan Raksasa, Menyalakan Mesin Ekonomi Indonesia” tersebut mempertemukan para pemimpin korporasi nasional, jajaran direksi BUMN, serta pengambil kebijakan strategis.
Diskusi diarahkan pada transformasi pengelolaan aset negara dan penguatan ekosistem investasi agar lebih terintegrasi serta berdaya saing global.
Kehadiran Wali Kota Batu menjadi sinyal kuat bahwa daerah tak ingin tertinggal dalam membaca arah kebijakan investasi nasional. Cak Nur sapaan Nurochman menegaskan, Kota Batu siap menangkap peluang keterlibatan daerah dalam pengelolaan maupun pengembangan aset strategis yang berada di bawah koordinasi Danantara.
“Kota Batu memiliki daya tarik investasi yang kuat. Bukan hanya pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif, pengembangan investasi berkelanjutan berbasis lingkungan, infrastruktur, sport center, hingga smart and integrated farming,” papar Cak Nur.

INVESTASI: Wali Kota Batu, Nurochman saat mengikuti Investor Daily Round Table yang digelar oleh BP Danantara di Jakarta. (Foto: Istimewa)
Ia menilai, inisiatif strategis Danantara berpotensi menghadirkan multiplier effect yang nyata bagi perekonomian daerah. Terutama bagi wilayah dengan karakter pariwisata dan ekonomi hijau seperti Kota Batu.
“Langkah besar melalui Danantara ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai bagi ekonomi daerah, termasuk Kota Batu, terutama di sektor pariwisata dan investasi berkelanjutan,” tegasnya.
Menurut Cak Nur, kunci keberhasilan terletak pada sinergi antara kebijakan investasi nasional dengan potensi unggulan daerah. Dengan konektivitas kebijakan yang tepat, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga menyentuh daerah penyangga dan destinasi wisata unggulan.
Pemkot Batu, lanjutnya, terus berkomitmen menyiapkan iklim investasi yang kondusif. Mulai dari kemudahan perizinan, kepastian regulasi, hingga penguatan infrastruktur pendukung. Langkah tersebut selaras dengan arah pembangunan nasional yang menekankan pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, dalam paparannya, Kepala BP Danantara sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria menjelaskan, bahwa Danantara dirancang sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pengelolaan aset-aset strategis negara secara terintegrasi, Danantara ditargetkan mampu meningkatkan efisiensi, daya saing, serta nilai tambah ekonomi secara nasional.
‘Danantara hadir untuk memastikan aset strategis negara dikelola lebih kompetitif dan terhubung dengan kebutuhan pembangunan jangka panjang,” jelas Dony.
Forum Investor Daily Round Table tersebut juga dihadiri jajaran Direktur Utama perusahaan-perusahaan BUMN serta para pemangku kepentingan sektor investasi nasional. Diskusi intensif yang berlangsung diharapkan menjadi pijakan kuat bagi kolaborasi konkret antara pemerintah pusat, daerah, BUMN dan investor.
Bagi Kota Batu, kehadiran dalam forum ini bukan sekadar simbolik. Melainkan bagian dari strategi aktif menempatkan daerah di peta besar investasi nasional, agar potensi lokal mampu bertumbuh seiring laju mesin ekonomi Indonesia. (Ananto Wibowo)




