Foto ilustrasi rumah subsidi. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Brawijaya resmi berganti penamaan menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB).
Perubahan nama ini diumumkan langsung oleh Dekan FTP UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP M.App.Life.Sc Ph.D, dalam rangkaian acara puncak dies natalis yang juga menghadirkan orasi ilmiah, penganugerahan, pameran, hingga penandatanganan kerja sama dengan berbagai pihak.
Beberapa poin utama seputar perubahan ini meliputi:
- Tujuan utama: memperluas cakupan keilmuan agar lebih responsif terhadap kemajuan teknologi, dinamika industri dan tantangan global.
- Cakupan keilmuan: nama baru dinilai lebih inklusif terhadap berbagai disiplin di bawah naungan FTAB, seperti teknik lingkungan, bioproses, bioteknologi serta ilmu dan teknologi pangan.
- Status institusional: FTAB menjadi fakultas pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengadopsi nomenklatur ini.
Sementara itu, dalam jumpa pers Ketua Senat FTP UB, Prof. Dr. Ir. Bambang Susilo MSc.Agr, menegaskan. Bahwa meski relatif masih muda dibanding fakultas lain, FTP UB telah menunjukkan lompatan prestasi yang signifikan.

Rektor UB saat bersama Dekan dan Ketua Senat FTP UB usai Rapat Senat Terbuka FTP UB. (Foto: Istimewa)
“Tidak ada fakultas teknologi pertanian di Indonesia maupun dunia yang program studinya set Completeness seperti di FTP UB. Fakultas lain umumnya memiliki tiga program studi, sedangkan FTP UB memiliki enam program studi S1,” jelas Prof. Bambang.
Ia melihat perubahan nama di usia 28 tahun sebagai langkah strategis yang visioner dan telah mendapatkan persetujuan Senat Akademik Universitas Brawijaya.
“Dengan perubahan nama ini, cakupan keilmuannya menjadi lebih luas. Sekaligus bisa menjadi identitas khas Universitas Brawijaya sebagai pelopor dan inovator.”
“FTAB akan lebih konsisten menjaga amanah agar alam semesta tetap harmonis, sejalan dengan tujuan penciptaannya, serta terus bergerak menjadi pelopor menuju Indonesia yang berdaulat pangan.”
“Tidak hanya tahan pangan, tetapi juga berdaulat energi dan menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo S.Si M.Si Ph.D.Med.Sc, yang turut hadir pada Rapat Senat Terbuka, berharap FTAB bisa menjadi arsitek pengembangan ilmu pengetahuan di tengah tantangan besar ketahanan pangan nasional.
“FTP memiliki sumber daya manusia terbaik di UB. Sistemnya unggul, pemimpinnya juga unggul. Kombinasi ketiganya membuat produktivitas FTP terbilang tinggi. Paten-patennya banyak, inovasinya banyak. Inilah yang disebut kampus berdampak,” tutur Prof. Widodo.
Dengan beralihnya nama menjadi Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem, Universitas Brawijaya menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor inovasi, sekaligus menjawab tantangan pangan, energi dan lingkungan secara berkelanjutan. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




