Danny Agung Prasetyo Anggota Komisi A DPRD Kota Malang. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Manajemen tempat hiburan malam, Oddete, akhirnya benar-benar memenuhi panggilan Komisi A DPRD Kota Malang, Selasa (27/1/2026), menyusul viralnya video berkonten LGBT dan minuman keras (miras).
Menurut Danny Agung Prasetyo, Anggota Komisi A, dari Oddete yang hadir adalah owner dan manajernya. Semua anggota Komisi A juga hadir. Selama kurang lebih 1,5 jam, keduanya dicecar pertanyaan oleh anggota Komisi A seputar tiga video berkonten miras dan LGBT yang diunggah di media sosial (medsos).
Terkait hal ini, owner dan manajer klub malam Oddete menegaskan pihaknya lalai. Karena itu, mereka meminta permohonan maaf atas kejadian ini.
Mereka mengungkapkan konten itu dibikin oleh bagian marketing. Namun, saat diunggah ke medsos tanpa sepengetahuan manajer. Demikian juga pemeran di konten itu semuanya pegawai Oddete.
Menurut mereka, ujar Danny, tidak ada maksud dari konten itu untuk promo LGBT. Konten itu semata-mata untuk mempromosikan tempat hiburan malam, Oddete.
Adakah sanksi untuk marketing yang bikin konten, memang hal itu sempat terlontar. Tetapi, demi kemanusiaan, Dewan berharap tidak dilakukan. Karena, para pegawai mulai dari Satpam hingga petugas marketing mempunyai keluarga yang harus dihidupi. “Kami sepakat jangan sampai ada sanksi pemecatan pegawai,” ujar Danny.
Sebelum ke ruangan Komisi A, Malang Post sempat bertemu dan konfirmasi ke Manajer Oddete, Puja Pratama, terkait pembuatan video berbau LGBT dan miras yang viral itu. Menurut Puja, konten itu dibikin setelah mengetahui konten serupa dari daerah lain viral. “Jadi konten itu meniru dari daerah lain yang lebih dulu,” jelasnya.
Puja tidak sampai menjelaskan konten dari daerah mana yang ditirunya. Ditanya apakah pihaknya datang sendiri atau dipanggil dewan, Puja mengungkapkan dipanggil dewan. Terkait apa yang akan dia sampaikan ke dewan, Puja belum mengetahui karena baru akan masuk ke ruang Komisi A.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga video promosi sebuah klub malam berkonten minuman keras (miras) dan LGBT menuai kritikan keras dari masyarakat dan para anggota DPRD Kota Malang. Video yang beredar luas dan viral itu dinilai dapat mencederai Kota Malang sebagai kota pendidikan dan religius.
Video itu dianggap di TokTok oleh akun @oddete.mlg. Video pertama berdurasi 1 menit 57 detik. Video kedua 32 detik dan video ketiga berdurasi 40 detik.
Menanggapi hal ini, Komisi A DPRD Kota Malang tegas akan mengusut tuntas. Komisi A juga memanggil manajemen tempat hiburan malam Oddete di Jalan Sunandar Priyosudarmo untuk dikonfirmasi.
“Saya sangat menyayangkan sekali karena bagaimanapun Kota Malang adalah kota pendidikan. Jadi tidak disarankan untuk membikin konten-konten seperti itu,” tegas Danny Agung Prasetyo, Anggota Komisi A DPRD Kota Malang. (Eka Nurcahyo).




