BARU: Gustavo Franca ditempel ketat Nick Kuipers. Meski hanya tampil 75 menit, tetapi mantan pemain Persija ini cukup memberikan warna di sisi serangan Arema FC. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Menderita kekalahan sejak menit pertama pertandingan, jelas bukan permulaan yang bagus untuk mengawali laga di putaran kedua Super League musim 2025/2026. Terebih-lebih hingga peluit akhir, tidak mampu membalas ketertinggalan. Justru kekalahannya bertambah.
Itulah yang dialami Arema FC, saat turun di pekan ke-18 Super League. Dijamu Dewa United di Banten International Stadium, Senin (26/1/2026), Singo Edan tunduk 0-2.
Gol kemenangan Dewa United, semuanya diciptakan Alex Martins Ferreira. Gol pertama dari titik putih penalti, setelah kapten tim Johan Ahmat Farizi menjatuhkan Alexis Messidoro, di menit ke-4.
Lalu gol kedua di menit ke-43, Alex Martins mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Arema, yang tidak mengawal pemain bernomor punggung 39 itu. Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti, gagal dibendung Lucas Frigeri.
Padahal dalam statistik pertandingan, penguasaan bola kedua tim berimbang. Sama-sama 50 persen.
Bahkan Arema memimpin dari sisi shots on target. Yakni lima dari 16 tendangan ke arah gawang.
Bandingkan dengan tuan rumah yang hanya melakukan 11 kali percobaan tendangan ke gawang. Namun dari lima shots on target, dua diantaranya berhasil menjadi gol.
Pelatih Arema, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, tak pelak mengaku sangat kecewa dengan kekalahan tersebut. Terlebih-lebih salah satu faktor penyebabnya, karena gol penalti di menit-menit awal.
“Kami selama 14 hari membangun strategi dan berlatih. Tetapi tiba-tiba kami menerima gol penalti hanya di menit pertama permainan.”
“Semuanya seperti jatuh ke bawah air. Dua gol itu, murni karena kesalahan kita,” sebut Marcos Santos, dalam sesi post match press conference.
Karena itulah, pelatih asal Brasil itu langsung meminta maaf kepada Aremania. Baik yang menyaksikan di rumah, maupun yang datang langsung ke Banten International Stadium.
Apalagi sejak sebelum laga, Marcos Santos sudah berjanji untuk memberikan kemenangan. Terutama sebagai bentuk penghargaan kepada almarhum Kuncoro, asisten pelatih Arema FC.
“Ini adalah pertandingan yang sulit. Tetapi kami sudah melakukan yang semaksimal mungkin. Kami berusaha dengan semuanya. Tetapi hasilnya belum memuaskan bagi kami.”
“Tapi inilah pertandingan. Ketika kami memiliki peluang, banyak kesempatan di permainan yang telah kita mainkan, namun kita tidak bisa menenangkan pertandingan,” ujar pelatih 48 tahun ini.
Terlepas dari hasil akhir yang tidak memuaskan, pelatih berlisensi Pro Conmebol ini, tetap memiliki optimisme yang tinggi, bahwa di akhir kompetisi mendatang, Arema bakal berada di papan atas.
Dasarnya adalah dengan bergabungnya pemain-pemain baru. Seperti Gabriel ‘Gabi’ Silva, Gustavo Franca dan Pablo Oliveira. Kehadiran pemain tersebut, diyakini bakal memberikan kekuatan dari sisi permainan ofensif.
Hanya saja, saat dijamu Dewa United, Marcos Santos baru menurunkan Gustavo Franca dan Gabi. Pablo Oliveira justru tidak berada di daftar susunan pemain.
“Khusus untuk (Gustavo) França, saya pikir ini adalah permainan pertama. Terlalu sedikit waktu untuk beradaptasi. Tetapi dia bisa melakukan dengan baik.”
“Gabriel (Silva), dari pandangan saya, melakukan permainan yang bagus, dengan tenaga dan energi yang tak pernah habis,” ujar Marcos Santos.
Bahkan dengan masuknya dua pemain baru tersebut, Marcos Santos mencoba membuat perubahan dari sisi pola permainan. Salah satunya dengan memperbanyak bola-bola atas, untuk memberikan peluang bagi Dalberto Luan Belo, agar bisa mencetak gol.
Termasuk menghadirkan umpan-umpan long pass langsung ke depan. Memanfaatkan skema counter attack, karena Marcos Santos melihat banyak pemainnya memiliki kecepatan lari di atas rata-rata.
“Kami saat ini sudah mulai berubah. Dan akan terus berbicara tentang perubahan dalam tim ini.”
“Karena sebagai tim besar, Arema tidak pantas berada di posisi di bawah peringkat ke-10.”
“Jelas kami sangat sedih. Kami benar-benar tidak bahagia melihat Arema berada di posisi tengah klasemen,” demikian Marcos Santos. (Ra Indrata)




