DUEL: Dalberto Luan Belo terus mendapat pengawalan Brian Fatari, saat berada di pertahanan Dewa United. Membuat striker Brasil itu tak mampu mencetak gol. Arema pun kalah 0-2. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Hanya butuh waktu tiga menit bagi Dewa United, untuk bisa mengamankan tiga poin kandang. Gawang tim tamu Arema FC, sudah mampu dijebol dari titik putih penalti. Algojonya, Alex Martins Ferreira. Penyebabnya, kapten tim Johan Ahmat Farizi, menarik tubuh Alexis Messidoro di dalam kotak 16.
Striker yang genap mencetak delapan gol usai laga di Banten International Stadium, Senin (26/1/2026) malam, menggenapi keunggulan Dewa United di menit ke-43. Kali ini Alex Martins memanfaatkan kelengahan lini belakang Arema, yang tidak ketat mengawal lawan.
Dalam skema tendangan penjuru, bola liar dari hasil rebutan di udara, mengarah ke sisi kiri gawang Arema. Alex yang berdiri bebas, dengan meluasa menggunakan tendangan efek, menjebol gawang Lucas Frigeri. Bahkan kiper asal Brasil itu, salah langkah karena arah bola berbeda arah.
Kedudukan 2-0 untuk kemenangan Dewa United, di pekan ke-18 Super League musim 2025/2026 itu, menegaskan kedigdayaan tim besutan Jon Olde Riekerink atas Arema.
Sebelumnya di putaran pertama, Dewa United juga mampu mengalahkan Arema. Bahkan saat mereka ngluruk ke Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Skornya 1-2 untuk kekalahan Arema FC.
Kegagalan Arema meraih poin di luar kandang, sekaligus memaksa skuadra Singo Edan harus menyerahkan posisi ke-10, kepada Dewa United. Mengumpulkan 23 poin, Dewa United menggeser Arema yang hanya punya 21 poin. Posisinya sekarang di peringkat ke-11.
Meski kalah di kandang lawan, tetapi penampilan perdana Arema FC bersama dua pemain barunya, sebenarnya cukup menjanjikan.
Dari tiga pemain baru, Gabriel ‘Gabi’ Silva dan Gustavo Franca, langsung diturunkan. Pablo Oliveira meski ikut serta ke Banten, tetapi namanya tidak ada di daftar susunan pemain.
Bahkan untuk memberikan peluang kepada Gabi dan Franca, menjadi tridente bersama Dalberto Luan Belo, pelatih Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves, sampai harus membangkucadangkan Valdeci Moreira.
Turunnya duet pemain Brasil itu, langsung mengubah skema permainan dan lini depan Arema menjadi lebih tajam. Pertukaran posisi antara Gabi dan Franca di sektor sayap, membuat pemain belakang Dewa United sering kelabakan.
Striker andalan Dalberto Luan Belo pun, mulai mendapatkan umpan-umpan matang. Seakan dimanjakan oleh sodoran bola dari dua kompatriotnya.
Sayangnya striker bernomor punggung 94 itu, belum mampu mengeluarkan ketajaman instingnya untuk mencetak gol.
Paling tidak, tercatat lima peluang emas yang harusnya bisa dikonversi menjadi gol, harus terbuang sia-sia.
Dalberto memang sudah lama tidak mencetak gol untuk Arema. Terakhir, pemain 31 tahun itu mencetak gol saat Arema menang 2-1 atas Semen Padang. Yakni di pekan ke-11 pada 3 November 2025 lalu.
Kemudian ditambah cukup lamanya Dalberto absen karena harus pulang ke Brasil. Tiga laga beruntun harus ditinggalkan striker yang sudah mencetak 10 gol itu.
Karena kondisi itu pula, saat ini Dalberto harus menyerahkan posisi top skor sementara, kepada Maxwell, pemain Persija, yang mencetak 11 gol. Bahkan Mariano Peralta dari Borneo FC, juga sudah mencetak 10 gol.
Di sisi lini belakang, Marcos Santos tampaknya tetap harus berpikir ulang untuk tidak mencari pengganti Luiz Gustavo.
Kebobolan dua gol di babak pertama, bisa menjadi warning benteng Arema masih cukup mudah dibobol lawan.
Saat ini pun, tabungan gol Arema menjadi minus dua. Hanya mampu mencetak 23 gol dalam 18 laga, tapi gawang Arema sudah kebobolan 25 gol. (Ra Indrata)




