MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Tiga mahasiswa UM berhasil meraih Juara 1 cabang Musabaqah Syamil Qur’an (MSQ).
Kali ini dalam ajang Gebyar Nusantara Festival yang digelar oleh Korps Dakwah Islam Nusantara, Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pada 10–13 Januari 2026.
Keberhasilan tersebut diraih oleh Muhammad Aditya Dahlan, Muhammad Fakhri Ramadhani dan Moh. Ferdinan Ferdiansyah.
Mereka bersaing dengan peserta dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga perguruan tinggi se-Indonesia.
Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi mahasiswa UM dalam mengukir prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.
Menariknya, salah satu anggota tim, Moh. Ferdinan Ferdiansyah, merupakan mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual UM.
Ia mengungkapkan bahwa pencapaian di bidang MSQ tidak diraih secara instan dan tidak selalu selaras dengan program studi yang ditempuh.
“Menurut saya, kalau memang suka satu bidang, walaupun berbeda dengan fokus studi, tekuni saja tanpa ragu. Cari lingkungan pertemanan yang mendukung untuk mengembangkan prestasi,” ujar Ferdinan.
Di balik kemenangan tersebut, persiapan matang menjadi kunci utama. Ferdinan mengaku harus membagi waktu secara ketat di tengah padatnya jadwal perkuliahan.
Namun, ia dan tim tetap menjaga konsistensi latihan demi hasil maksimal di perlombaan tingkat nasional tersebut.
Tak hanya soal teknis, dukungan moral turut berperan besar dalam keberhasilan tim. Ferdinan menyebut keluarga, teman dan dosen UM sebagai sumber motivasi yang menguatkan langkah mereka selama proses persiapan hingga perlombaan.
Meski rasa jenuh kerap muncul, Ferdinan menegaskan bahwa semangat dan kemauan kuat menjadi penentu keberhasilan.
“Kalau bosan dan capek pasti pernah. Tapi punya motivasi dan tekad yang kuat itu kuncinya,” ucapnya.
Melalui prestasi ini, Ferdinan berpesan agar mahasiswa UM tidak ragu mengembangkan bakat di luar bidang studi dan terus berani mengukir prestasi demi membawa nama baik diri dan institusi di kancah nasional. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




