MALANG POST – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu (25/1/2026). Seorang pengendara sepeda motor tewas di tempat setelah kendaraannya hilang kendali dan menabrak pohon di sisi jalan.
Kecelakaan tunggal tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi P 6417 EF yang dikendarai Samsul Bari (20), warga Kabupaten Situbondo. Saat kejadian, korban tidak sendirian. Ia membonceng Muhammad Bursa Maulana (59).
Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrhami, melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu IPDA Agus Atang Wibowo menjelaskan, bahwa kecelakaan diduga dipicu kurangnya konsentrasi pengendara yang disinyalir dalam kondisi mengantuk.
“Pengendara melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan cukup tinggi di ruas jalan lurus. Tiba-tiba kendaraan kehilangan kendali, oleng ke kanan, lalu membentur pohon di tepi jalan,” ujar Atang.
Benturan keras membuat sepeda motor mengalami kerusakan berat. Sementara itu, pengendara mengalami cedera parah di bagian kepala. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

GALI INFORMASI: Personel Satlantas Polres Batu saat melakukan olah TKP di lokasi peristiwa kecelakaan tunggal di Jalan Dewi Sartika, Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Jenazah pengendara kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Hastabrata Kota Batu untuk dilakukan visum,” jelasnya.
Sementara penumpang yang dibonceng mengalami luka memar di bagian wajah. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit yang sama untuk mendapatkan perawatan medis.
Selain menyebabkan satu korban meninggal dunia dan satu korban luka ringan, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp2 juta.
Polisi menegaskan, peristiwa ini diduga kuat dipicu oleh faktor manusia, terutama kurangnya kewaspadaan saat berkendara. Kondisi jalan yang lurus kerap membuat pengendara lengah dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.
Atas kejadian tersebut, Satlantas Polres Batu mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kondisi fisik sebelum berkendara dan tidak memaksakan diri saat mengantuk.
“Kami mengingatkan pengendara untuk memastikan kondisi tubuh tetap prima, mengurangi kecepatan dan segera menepi jika merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkas Atang. (Ananto Wibowo)




