MALANG POST – Bupati Malang, HM Sanusi kembali menegaskan. Sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang, akan segera dilakukan penggabungan (merger) dengan sekolah terdekat.
Meski demikian, kebijakan merger tidak dilakukan secara tergesa-gesa. Melainkan melalui kajian teknis dan sosial yang matang, dengan mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima.
Kebijaksanaan tersebut dilakukan, sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, sebagai upaya efisiensi sekaligus peningkatan mutu layanan pendidikan. Utamanya terhadap sekolah-sekolah dengan jumlah peserta didik yang sangat terbatas.
Hal itu disampaikan Abah Sanusi -panggilan akrab Bupati Malang- seusai meninjau SD Negeri 3 Toyomarto, Kecamatan Singosari. Di sekolah tersebut, jumlah murid dari kelas I sampai VI, hanya 46 siswa.
Terkait evaluasi pembelajaran, politisi PDI Perjuangan ini juga menekankan pentingnya peran guru, dalam mendorong peningkatan capaian akademik siswa. Khususnya pada mata pelajaran Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dengan target rata-rata nilai minimal 90.
“Untuk evaluasi peningkatan mutu, saat ini memang masih perlu ditingkatkan. Dari ratusan siswa, yang memiliki rata-rata nilai 90, baru sembilan orang,” ujar alumni IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Saat ini, Pemkab Malang melalui Dinas Pendidikan, terus mengumpulkan data-data terkait pembelajaran tersebut. Hasilnya, akan dijadikan sebagai role model terbaik bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Malang.
“Yang jelas, fokus kita adalah peningkatan kualitas pendidikan, yang ditandai dengan capaian kelulusan bernilai rata-rata 90.”
“Target ini tidak bersifat pilih-pilih, melainkan harus merata di seluruh satuan pendidikan dan harus tercapai 100 persen pada tahun 2026,” tegas Bupati Malang.

SIDAK: Bupati Malang, HM Sanusi, saat melihat aktivitas belajar mengajar di salah satu sekolah dasar di Singosari. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Selain berkunjung ke SD Negeri 3 Toyomarto, Kecamatan Singosari, di hari yang sama Abah Sanusi yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Bagus Sulistyawan, beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Malang, juga berkunjungan ke SMP Negeri 1 Karangploso.
Di sekolah tersebut, kunjungan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Sekolah Unggulan, berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang.
“Kunjungan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Malang, dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. Khususnya di sekolah-sekolah yang ditetapkan sebagai pelaksana Program Sekolah Unggulan,” tegas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, periode 2004-2014 ini.
Bupati pun sempat terkesan, ketika meninjau Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Karangploso. Setelah melihat langsung aktivitas siswa dan guru, yang tengah mengembangkan serta mengoperasikan berbagai gim edukatif. Termasuk gim berbasis Bahasa Jawa, yang bertujuan memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai budaya lokal.
Kunjungan ke sekolah unggulan, dilanjutkan menuju SMP Negeri 1 Singosari. Di sekolah tersebut, Bupati Malang beserta jajaran meninjau berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Seperti Kelas Riset, Kelas Digital, English Corner, Perpustakaan, serta Galeri Karya Siswa.
Abah Sausi juga melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan unggulan sekolah, serta berbagai prestasi siswa, yang telah mengharumkan nama Kabupaten Malang di tingkat regional maupun nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati yang saat ini memimpin Kabupaten malang pada periode keduanya, menyampaikan apresiasi atas inovasi pembelajaran dan capaian prestasi yang telah ditorehkan SMP Negeri 1 Singosari.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pembelajaran yang modern dan adaptif, merupakan wujud komitmen sekolah dalam menyiapkan generasi muda yang berdaya saing, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“SMP Negeri 1 Singosari, patut menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Malang.”
“Inovasi pembelajaran yang dikembangkan, serta prestasi siswa yang terus meningkat, menunjukkan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Malang terus bergerak ke arah yang lebih baik,” pungkas Bupati Malang. (PKP/Ra Indrata)




