Dr. H. Muhammad Ainul Yaqin, S.Sy., M.AP, Tenaga Ahli Menteri Agama bidang Hubungan Antar Kelembagaan saat di UIN Malang. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Dr. H. Muhammad Ainul Yaqin, S.Sy., M.AP, Tenaga Ahli Menteri Agama bidang Hubungan Antar Kelembagaan, menyoroti peran strategis mahasiswa sebagai motor penggerak moderasi beragama. Menurutnya, mahasiswa PTKN tidak cukup hanya memahami moderasi beragama di ruang kelas. Mereka perlu turun langsung ke tengah masyarakat, menjadi teladan, sekaligus penyalur nilai kerukunan antarumat beragama.
Arahan itu disampaikan Ainul Yaqin saat hadir di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Kamis (22/1/2026). Kehadirannya disambut hangat seluruh jajaran pimpinan kampus dalam forum pengembangan kelembagaan yang berlangsung penuh antusias.
“Ini bisa mulai dilakukan oleh mahasiswa semester tujuh,” tegasnya, lugas.
Gagasan itu bukan sekadar wacana. Ainul Yaqin juga mendorong agar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi media gerakan nyata ekoteologi. Salah satu langkah sederhana namun berdampak besar adalah mewajibkan mahasiswa melakukan aksi tanam pohon selama KKN. Jika dijalankan secara konsisten, ia meyakini dampaknya akan terasa luas bagi kelestarian lingkungan di Indonesia. Alam tersenyum, mahasiswa pun belajar langsung tentang tanggung jawab sosial. Paket lengkap.
Menariknya, gerakan ini tidak dibingkai sebagai agenda sektoral Kementerian Agama semata. Ainul Yaqin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas iman dan lintas perguruan tinggi keagamaan. Mahasiswa dari berbagai latar belakang diharapkan bergerak bersama, menumbuhkan kesadaran bahwa moderasi beragama dan kepedulian lingkungan adalah kebutuhan bersama.
“Ini bukan kepentingan Menteri Agama, tetapi kebutuhan kita semua tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.
Arah kebijakan ini sejalan dengan semangat UIN Maliki Malang sebagai kampus yang mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi sarjana, tetapi juga agen perubahan. Moderat dalam bersikap, peduli pada bumi, dan siap bekerja lintas sekat. Singkatnya, kuliah jalan terus, kontribusi sosial pun gas pol.(*/Eka Nurcahyo)




