KANDIDAT: (Dari kiri), Darmadi, M. Kholik dan Zia’ul Haq, legislator aktif di DPRD Kabupaten Malang, yang bakal maju dalam pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Bursa Pemilihan Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang, semakin memanas.
Pasalnya, dalam pemilihan pimpinan organisasi keolahragaan tersebut, muncul beberapa kandidat yang merupakan legislator aktif dari dua Partai Politik (Parpol) besar di Kabupaten Malang.
Kondisi tersebut, mengakibatkan banyak cabang olahraga (Cabor) dalam naungan KONI Kabupaten Malang resah. Penyebabnya, dua legislator aktif dari dua parpol tersebut, rajin menghubungi cabor-cabor untuk mencari dukungan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Tata Pemerintahan Malang Raya, Awangga Wisnuwardhana, menyayangkan adanya tekanan politik pada cabor-cabor yang ada di KONI Kabupaten Malang, menjelang pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), untuk memilih Ketum yang baru.
“Sangat disayangkan jika KONI yang seharusnya wadah untuk pembinaan olahraga, tapi saat ini justru akan dijadikan ajang pertarungan politik,” ucapnya, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (22/1/2026).
Pria yang akrab disapa Angga ini menjelaskan, untuk bisa melakukan pembinaan para atlet dengan baik, cabor-cabor yang ada dibawah naungan KONI, seharusnya tidak ada tekanan politik.
“Jangan sampai ada tekanan politik, karena ini adalah murni pembinaan olahraga, agar tidak ditumpangi dengan nuansa politik,” jelasnya.
Dengan munculnya dua legislator aktif di DPRD Kabupaten Malang, yang berasal dari dua parpol berbeda itu, tegasnya, jelas menimbulkan persaingan parpol dengan memberikan tekanan-tekanan politik di cabor-cabor.
“Seharusnya dari internal KONI segera membuat formatur susunan calon yang akan diusung, supaya cabor-cabor dapat bekerja membina atlet dengan baik.”
“Siapa saja boleh mencalonkan sebagai calon ketua atau pengurus di KONI, tapi harus sesuai dengan AD/ART, jangan sampai double jabatan,” terangnya.
Sebab, lanjut Angga, dengan hitungan tahun, akan memasuki tahun politik. Baik pilihan legislatif atau pilihan kepala daerah.
Untuk itu diharapkan para kandidat calon Ketum KONI Kabupaten Malang, memiliki program yang bisa meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Malang.
“Agar bisa meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Malang, para kandidat yang saat ini menjabat jabatan apapun, atau yang dicalonkan sebagai pengurus KONI, harus mengundurkan diri dari jabatannya. Jangan sampai cabor digunakan alat untuk berpolitik.”
“Saya heran, ada apa dengan KONI, kok banyak yang ingin masuk sebagai calon Ketua KONI, itu menandakan betapa ‘manisnya’ jabatan Ketua KONI Kabupaten Malang itu,” imbuhnya.
Sebagaimana santer dikabarkan, dalam Musorkablub yang sedianya digelar pada 14 Februari 2026 mendatang, beberapa kandidat Ketua KONI sudah bermunculan.
Khusus calon dari kalangan partai politik, muncul nama Darmadi dari PDI Perjuangan. Saat ini, Darmadi masih menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang.
Muncul juga nama H. Kholik, Ketua DPC PKB Kabupaten Malang, yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang.
Kemudian Zia’ul Haq, yang juga sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang. Jabatannya sekarang adalah Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang.
Selain dari tiga legislator aktif itu, juga muncul dua kandidat calon Ketum KONI Kabupaten Malang lainnya. Yakni M. Sharoni yang merupakan Kepala Desa (Kades) di wilayah Kecamatan Wagir, tokoh masyarakat olahraga dan anak seorang pengusaha.
Selanjutnya, Hendra Prastiyawan yang merupakan Wakil Ketua Umum (Waketum) Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur (Pengprov TI Jatim).
Kelima kandidat tersebut saat ini berlomba-lomba mencari dukungan dari 69 Cabang Olahraga (Cabor) yang ada dalam naungan KONI Kabupaten Malang.
Pemilihan Ketum KONI Kabupaten tersebut dilakukan karena Ketua Umum (Ketum) KONI kabupaten setempat H Rosydin telah mengundurkan diri, pada 20 Desember 2025.
Dengan pengunduran diri H. Rosydin itu, maka KONI Kabupaten Malang akan melaksanakan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada 14 Februari 2026 mendatang, untuk memilih Ketum KONI yang baru. (Ra Indrata)




