MALANG POST – Kabar menggembirakan datang dari Kantor Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu. Sebanyak 159 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Apel telah menyelesaikan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk musim haji 2026. Jumlah tersebut mencakup jamaah reguler maupun jamaah cadangan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu, Basuki Rachmat menyampaikan, bahwa dari total tersebut, jamaah reguler murni asal Kota Batu berjumlah 129 orang. Sisanya, sebanyak 30 orang, merupakan jamaah cadangan.
‘Total yang sudah melunasi ada 159 jamaah, termasuk jamaah cadangan. Untuk jamaah reguler murni dari Kota Batu sebanyak 129 orang,” ujar Basuki, Rabu (21/5/2026).
Basuki menjelaskan, seluruh jamaah yang telah melunasi Bipih dinyatakan siap secara administrasi. Namun demikian, tidak seluruhnya dipastikan dapat berangkat tahun ini. Khusus bagi jamaah cadangan, keberangkatan masih menunggu kebijakan pusat serta kebutuhan kuota wilayah.
“Secara administrasi mereka siap. Tapi untuk jamaah cadangan, tetap menunggu apakah ada kuota tambahan atau jamaah reguler yang berhalangan berangkat,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, sejumlah jamaah memilih menunda atau bahkan batal berangkat karena faktor kesehatan maupun ketiadaan pendamping. Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, beberapa jamaah dinyatakan belum memenuhi syarat istithaah atau kemampuan kesehatan untuk berhaji.

BERANGKAT HAJI: Jamaah Haji Kota Batu tahun lalu, saat ini 159 CJH Kota Batu telah melunasi Bipih dan bersiap berangkat haji. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Yang paling banyak menjadi pertimbangan adalah penyakit TBC aktif, gangguan jantung, dan demensia. Ada dua jamaah dari wilayah Sidomulyo dan Banaran yang dipastikan tidak bisa berangkat karena faktor kesehatan,” ungkap Basuki.
Secara umum, jumlah jamaah haji di wilayah kerja Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah yang meliputi Kota Batu, Pujon, Ngantang, Kasembon, serta sebagian wilayah Kota Malang, relatif stabil setiap tahunnya. Angkanya berkisar antara 210 hingga 214 jamaah.
Untuk Kota Batu sendiri, jamaah reguler merupakan pendaftar lama, yakni sejak tahun 2012. Pendaftaran jamaah reguler terakhir tercatat pada 13 November 2012, sementara jamaah cadangan berasal dari pendaftar hingga 23 Desember 2012.
Dari sisi usia, komposisi jamaah haji Kota Batu terbilang beragam. Jamaah tertua tercatat berusia 92 tahun, seorang perempuan bernama Kasmani. Ia masuk kategori lanjut usia (lansia) dan menjadi prioritas pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji. Sementara jamaah termuda berusia 25 tahun.
“Kami memberikan perhatian khusus kepada jamaah lansia, terutama dalam hal pendampingan dan kesiapan kesehatan,” kata Basuki.
Saat ini, masih terdapat satu jamaah yang menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan. Kemenag berharap hasilnya positif sehingga yang bersangkutan dapat menyusul berangkat ke Tanah Suci.
“Kami berharap seluruh jamaah haji Kota Batu yang telah melunasi Bipih bisa menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan sehat. Mudah-mudahan semuanya diberi kemudahan,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




