MALANG POST – Rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof. Widodo, menegaskan bahwa konsep Green Campus tidak sekadar upaya pengelolaan sampah atau isu lingkungan semata. Menurutnya, inisiatif ini adalah kebijakan holistik yang bertujuan membangun budaya keberlanjutan di seluruh aspek kehidupan kampus.
Mulai dari lingkungan hingga tata kelola manajemen dan perubahan pola pikir sivitas akademika. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Widodo dalam sesi konferensi internal kampus dan diskusi lintas fakultas pada Selasa (20/1/2026) lalu.
Ia menegaskan bahwa sebagai perguruan tinggi, UB harus menjalankan seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi dengan perspektif keberlanjutan (sustainability), meliputi lingkungan, tata kelola (governance), serta perubahan mindset mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan tenaga pendidik lainnya.
“Green Campus ini adalah upaya mengubah culture. UB harus berpikir tentang sustainability lingkungan, sustainability manajemen, serta mengubah mindset setiap individu agar peduli, peka, dan paham terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” ujar Prof. Widodo.
Tanggung jawab keberlanjutan, menurutnya tidak berada pada pundak pimpinan institusi semata, melainkan menjadi kewajiban seluruh warga kampus. Karena itu, UB mendorong partisipasi aktif semua pihak dalam mendukung kebijakan dan praktik berkelanjutan di lingkungan kampus masing-masing.
Rangka kerja dan implementasi Green Campus UB secara bertahap difokuskan pada beberapa lini program utama:
1) Transformasi digital untuk mengurangi jejak kertas. UB mulai menerapkan digitalisasi di berbagai fungsi administrasi dan pendidikan. Surat-menyurat, Surat Pertanggungjawaban (SPJ) keuangan, hingga pelaporan kegiatan kini direncanakan dialihkan secara bertahap ke sistem digital ; Langkah ini diharapkan mampu mengurangi konsumsi kertas, tinta, serta limbah terkait, sekaligus mempercepat proses administrasi dan meningkatkan akuntabilitas.
2) Efisiensi energi dan transisi ke energi terbarukan. UB berupaya mengurangi ketergantungan terhadap listrik berbasis batu bara dengan mempercepat adopsi energi terbarukan secara bertahap ; Upaya penghematan energi juga dilakukan melalui pemanfaatan perangkat yang lebih efisien, termasuk penggantian lampu konvensional menjadi lampu LED di berbagai fasilitas kampus.

Smart Green Campus Sebagai Pedoman Shifting Culture Sivitas Akademika Universitas Brawijaya. (Foto: Istimewa)
3) Pengelolaan limbah dan konsep zero waste. Program Green Campus menempatkan pengelolaan limbah sebagai prioritas, dengan target penerapan konsep zero waste di lingkungan kampus ; Limbah diupayakan diolah kembali menjadi produk bernilai guna. Secara khusus, limbah laboratorium menjadi fokus perhatian karena volume dan potensi kontaminan yang perlu diolah dengan aman.
4) Pemanfaatan limbah organik sebagai sumber energi dan sumber daya. Prof. Widodo menyinggung potensi pengolahan limbah organik menjadi kompos, biogas, atau bioetanol sebagai bagian dari riset interdisipliner ; Proses konversi ini melibatkan fakultas terkait, aktivitas penelitian, dan publikasi ilmiah, sehingga kontribusi ilmiah UB tidak hanya berdampak lingkungan, tetapi juga mendorong inovasi dan kolaborasi akademik.
5) Peran publik, riset, dan kemajuan teknologi. Transformasi Green Campus di UB diharapkan menjadi platform bagi peningkatan kualitas ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) ; Melalui riset terkait lingkungan, energi terbarukan, dan teknologi hijau, UB berharap dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Indonesia.
Ditambahkan bahwa integrasi budaya keberlanjutan tidak hanya melalui kebijakan formal, tetapi juga melalui perubahan perilaku individu. Penekanan pada peningkatan kesadaran, kepedulian, dan pemahaman terhadap pembangunan berkelanjutan menjadi inti dari transformasi budaya di kampus.
Disatu sisi Prof. Sri Suhartini STP, M.Env, Mgt, Ph.D selaku ketua UPT Green Campus UB juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta mitra industri dan komunitas sekitar, dalam rangka menguatkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari program Green Campus.
Langkah-langkah implementasi ini masih dalam tahap perencanaan dan akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan kelayakan, efektivitas, dan dampak terhadap lingkungan kampus maupun komunitas sekitar. UB berjanji untuk menyiapkan mekanisme pelaporan transparan serta jalur komunikasi yang memungkinkan sivitas akademika memberikan masukan terkait kemajuan program.
Dengan inisiatif ini, Universitas Brawijaya ingin menjadi pionir di sektor pendidikan tinggi Indonesia dalam menerapkan Green Campus secara menyeluruh, sehingga tidak hanya membentuk generasi yang terdidik secara akademik, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan, tata kelola yang profesional, dan budaya keberlanjutan untuk masa depan bangsa. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




