TERTUA: Mbah Rasmun, penarik becak berusia 100 tahun lebih, yang menerima bantuan becak listrik. (Foto: Iwan Irawan/Malang Post)
MALANG POST – Salah seorang penerima bantuan becak listrik dari Presiden RI, Prabowo Subianto, di Kota Malang adalah Mbah Rasmun, warga Kelurahan Bareng, Kecamatan Lowokwaru. Usianya genap 100 tahun. Meski begitu, hingga kini dia masih mengais rejeki dari menarik becak.
Hanya saja saat ini Mbah Rasmun tidak menggunakan becak kayuh. Pakai bentor (becak motor). Dia mangkal di sekitar Museum Brawijaya saat kegiatan car free day (CFD).
Dalam menapaki kehidupan, kaya miskin sudah dilalui. Dulunya, Mbah Rasmun mempunyai pabrik tahu di Pakis, Kabupaten Malang. Usahanya sukses. Di tengah kesuksesan itu, ada cobaan. Rumah tangganya hancur setelah istrinya memiliki pria idaman lain (PIL).
Prahara rumah tangga ini membuat Mbah Rasmun menjual semua aset usahanya dan minggat dari rumah hingga menjadi gelandangan dari daerah ke daerah.
Dia pun berusaha bangkit menjadi juragan becak kayuh. Punya 40 unit becak, tetapi banyak yang hilang karena digelapkan ‘anggota’ nya. Dia juga berusaha menjadi juragan bentor. Tetapi, hal serupa menimpanya hingga tujuh bentor lenyap. “Saat ini tersisa enam bentor. Satu di antaranya saya pakai narik penumpang,” papar Mbah Rasmun yang mengasuh becak sejak tahun 1988 ini.
Meski mengalami jatuh bangun dalam kehidupan, Mbah Rasmun selalu semangat untuk menjadikan anak-anaknya sebagai orang hebat. Dari 14 anaknya, kini ada yang jadi kontraktor, pegawai Bea Cukai, pedagang dan lainnya.
“Dari istri pertama yang sudah meninggal punya lima anak dan dari istri kedua yang kini berusia 55 tahun punya sembilan anak,” ujarnya.
Di usianya yang sudah 100 tahun, Mbah Rasmun masih tetap sehat. Dia mengucapkan terimakasih ke Presiden Prabowo atas bantuan becak listrik. “Semoga Pak Prabowo sehat selalu dan panjang umur,” ujarnya yang diamini para penerima bantuan becak listrik di Kota Malang. (Eka Nurcahyo)




