Ketua Yayasan GSN, Letjen TNI (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, S.E., M.M., bersama Walikota Malang, Wahyu Hidayat, naik becak listrik bantuan Presiden Prabowo, Selasa (20/1/2025). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) menyalurkan bantuan 200 unit becak listrik kepada para pengemudi becak di Kota Malang. Penyerahan dilakukan di Halaman Balai Kota Malang, Selasa (20/1/2026).
Bantuan becak listrik itu adalah program langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto dan diserahkan sebagai bagian dari pengadaan tahap awal tahun 2025. Anggarannya bukan dari APBN, tetapi dari pribadi Presiden.
Menurut Ketua Yayasan GSN, Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, program bantuan becak listrik ini merupakan bentuk kepedulian Presiden Prabowo terhadap peningkatan kesejahteraan pengemudi becak, sekaligus upaya mendorong transportasi ramah lingkungan.
Teguh menegaskan bantuan becak listrik gratis ini jangan sampai dijual. Tetapi, dijadikan sarana mencari rejeki. Harapannya, meski bapaknya tukang becak, anaknya bisa menjadi orang hebat.
Teguh pun menceritakan soal anggotanya lulusan Akmil yang bapaknya pengayuh becak. Anggotanya itu tidak pantang menyerah dan semangatnya menggelora untuk mencapai cita-cita, meski bapaknya tukang becak. Dari semangatnya itu, dia akhirnya rangking 1 di Akmil dan sukses menjadi orang hebat.
“Hari ini kami dari Yayasan GSN, yayasan milik Pak Presiden, berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang menyerahkan 200 becak listrik kepada masyarakat, khususnya para pengemudi becak,” ujar Teguh Arief Indratmoko.
Ia menjelaskan, bantuan itu masih merupakan tahap awal dari pengadaan nasional. Untuk tahun 2026 dan 2027, pemerintah telah memesan sekitar 70 ribu unit becak listrik kepada PT Pindad. Program ini ditargetkan rampung pada 2027, menyesuaikan hasil survei nasional yang mencatat jumlah pengemudi becak di Indonesia sekitar 80 ribu orang.
“Prioritas penerima dimulai dari pengemudi becak berusia 70 tahun ke atas, kemudian 60 tahun, 50 tahun, hingga pada akhirnya seluruh pengemudi becak akan menerima bantuan becak listrik dari Presiden,” jelasnya.
Teguh menyebut, saat ini untuk Kota Malang pihaknya baru menyalurkan 200 unit becak listrik. “Jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring banyaknya pendaftar. Kami akan melakukan verifikasi melalui tim survei untuk memastikan penerima benar-benar berprofesi sebagai pengemudi becak,” tuturnya.
Teguh memastikan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan PT Viar melalui nota kesepahaman dengan PT Pindad terkait perawatan dan ketersediaan suku cadang.
“Dengan kerja sama ini, becak listrik bantuan Presiden dapat diservis di bengkel Viar yang tersedia di seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Jadi, tidak akan ada becak listrik yang mangkrak, karena perawatan dan suku cadangnya terjamin,” ungkapnya.
Teguh juga meminta Pemkot Malang menyediakan tempat listrik pengisi daya di setiap pangkalan becak listrik secara gratis. Demikian juga becak listrik ini sebagai becak wisata dengan pengaturan rute oleh pemkot agar tidak terjadi gesekan dengan transportasi lainnya.

Para penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo menghadiri penyerahan di Balai Kota Malang, Selasa (20/1/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Terpisah, para penerima manfaat bantuan menyampaikan terimakasih ke Presiden. Mereka berharap bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan. Mereka mengaku selama ini mengoperasikan becaknya juragan dengan setoran antara Rp 10.000 – Rp 12.000 per hari. Penghasilan mereka antara Rp 40.000 – Rp 50.000 per hari.
Walikota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan bahwa program becak listrik sangat membantu pengemudi dan memiliki nilai strategis dalam menunjang sektor pariwisata Kota Malang.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Malang dan warga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden. Becak listrik ini sangat membantu, apalagi Kota Malang merupakan kota pendidikan dan kota pariwisata,” ujar Wahyu.
Wahyu mengatakan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PHRI dan pelaku travel untuk mengintegrasikan becak listrik sebagai bagian dari layanan wisata.
“Nantinya, pengemudi becak listrik ini akan dihimpun dalam paguyuban untuk memudahkan pembinaan, pengaturan operasional, serta pendampingan teknis. Termasuk pembuatan aplikasi bagi becak listrik,” terangnya.
Selain itu, Pemkot Malang juga berkoordinasi dengan PLN untuk menyiapkan titik-titik pengisian daya di lokasi strategis, khususnya di kawasan wisata dan sekitar hotel. Wahyu menyebut, saat ini sudah tersedia 37 titik pengisian dan akan terus ditambah.
“Dengan becak listrik ini, kami berharap kesejahteraan pengemudi meningkat, lingkungan lebih ramah, dan pariwisata Kota Malang semakin memiliki daya tarik tersendiri,” jelas Wahyu.(Eka Nurcahyo)




